Jumat 19 Aug 2022 14:29 WIB

Bella Hadid Ingin Praktikkan Ajaran Islam tapi tak Bisa karena Orang Tua Cerai

Bella Hadid mengaku tak diizinkan tumbuh dalam budaya Muslim.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ani Nursalikah
Model asal AS, Bella Hadid. Bella Hadid Ingin Praktikkan Ajaran Islam tapi tak Bisa karena Orang Tua Cerai
Foto: EPA-EFE/CHRISTOPHE PETIT TESSON
Model asal AS, Bella Hadid. Bella Hadid Ingin Praktikkan Ajaran Islam tapi tak Bisa karena Orang Tua Cerai

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Model dan aktris Amerika Serikat (AS) Bella Hadid mengungkapkan bagaimana dirinya tak diizinkan tumbuh dalam budaya Muslim setelah terpisah dari keluarga Palestinanya. Hadid menghabiskan empat tahun pertama hidupnya tinggal di Washington, AS dengan keluarganya dari Palestina dari keluarganya sebelum ayah dan ibunya berpisah.

Ketika orang tuanya bercerai, dia pindah bersama keluarganya ke Santa Barbara, Kalifornia. Sejak saat itu, dia mengaku hal ini menghentikannya untuk dapat menggali lebih dalam budaya Muslimnya dan mempraktikkan agama Islam sebagai seorang anak.

Baca Juga

"Saya terpisah dari keluarga Palestina saya ketika kami pindah ke Kalifornia. Saya sebetulnya senang tumbuh bersama ayah saya setiap hari untuk belajar (agama) dan benar-benar dapat mempraktikkannya secara umum sebagai Muslim. Tetapi saya tidak diberi itu," katanya seperti dikutip dari GB News, Jumat (19/8/2022).

Setelah pindah ke pantai Barat, Hadid mengaku dirinya sering diganggu di sekolah karena menjadi satu-satunya gadis Arab yang ada di kelas. Bella Hadid juga memberitahu majalah GQ bagaimana dia menangis setelah diberi kaus Free Palestine (Bebaskan Palestina).

 

Dia juga mengatakan tak bisa menahan emosinya. "Tumbuh besar dan menjadi orang Arab, ini adalah pertama kalinya saya bersama orang-orang yang berpikiran sama. Saya bisa melihat diri saya sendiri," ujarnya.

Bella Hadid kerap berpartisipasi dalam demonstrasi pro-Palestina di AS dan vokal terkait dukungannya untuk negara ini. 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement