Rabu 10 Aug 2022 18:42 WIB

Selain Pusat Kegiatan Ekonomi, Pasar juga Menjadi Ladang Amal

Pasar menjadi salah satu muara ibadah.

Rep: Bowo S Pribadi/ Red: Agung Sasongko
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara Pasar Babadan Bersholawat dalam rangka Hari Jadi Pasar Babadan dan Tahun Baru Islam 1444 M, yang digelar di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Selasa (9/8) malam.
Foto: dok. istimewa
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara Pasar Babadan Bersholawat dalam rangka Hari Jadi Pasar Babadan dan Tahun Baru Islam 1444 M, yang digelar di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Selasa (9/8) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN--Pasar menjadi salah satu muara ibadah. Ibadah yang dimaksud adalah mencari keberkahan nafkah untuk menghidupi keluarga.

Selain untuk menghidupi keluarga, rejeki yang didapatkan dari kegiatan di pasar, sebagian juga mengakir menjadi hak orang lain dalam bentuk sedekah.

Baca Juga

Untuk itu, pasar menjadi salah satu 'ladang' keberkahan (amal) sekaligus juga muara ibadah bagi siapa pun warga pasar yang selama ini beraktivitas di dalamnya.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada acara Pasar Babadan Bersholawat dalam rangka Hari Jadi Pasar Babadan dan Tahun Baru Islam 1444 M, yang digelar di Pasar Babadan, Kabupaten Semarang, Selasa (9/8/2022) malam.

 

Dalam kesempatan ini, wagub juga meminta kepada para pedagang pasar tradisional terus memupuk semangat kebersamaan dan solidaritas.

Menurutnya, solidaritas merupakan kekuatan untuk bisa bertahan dan berkembang di tengah situasi yang masih penuh dengan berbagai cobaan seperti saat ini.

Solidaritas para pedagang pasar bisa ditunjukkan dengan cara tidak saling menjatuhkan, antara pedagang dengan pedagang yang lainnya.

Selain itu, juga memberikan kenyamanan kepada siapapun  pembeli di pasar, agar para pedagang juga senantiasa mendapatkan keberkahan.

Tak terkecuali di pasar Babadan, harus mampu membuat orang lain (pembeli) yang masuk ke pasar tetap merasa nyaman dan merasa  'ayem'.

Sebab jika sudah merasa nyaman, para pembeli juga akan semakit bersemangat berbelanja di pasar. "Sehingga uang yang dikeluarkan belanja di pasar juga akan semakin banyak," tegasnya.

Tak lupa, dalam kesempatan ini, Taj Yasin juga memberikan apresiasi terhadap warga pasar Babadan yang telah berinisiatif untuk menggelar kegiatan sholawatan.

Melalui kegiatan sholawatan ini, masih menurut Wagub Jawa Tengah juga akan mampu mendekatkan masyarakat kepada pintu- pintu rejeki.

Yang penting tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Meskipun sekarang ini banyak kegiatan digelar, masyarakat harus tetap ingat bahwa Covid-19 masih ada," tansas Taj Yasin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement