Sabtu 16 Jul 2022 07:47 WIB

Terpikat Lagu-Lagu Wali Band, Mualaf Stevanus Temukan Jalan Hidayah Menuju Islam

Stevanus berikrar syahadat berkat pesan religi lagu-lagu Wali Band

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
Mualaf Stevanus Hanzen berikrar syahadat berkat pesan religi lagu-lagu Wali Band
Foto:

Namun, mereka tetap ramah kepadanya. Bahkan, seseorang kemudian mengajaknya berkenalan dengan ustaz yang mengisi kajian tersebut. Dai itu juga bersikap hangat. Maka Stevanus semakin nyaman menghadiri pengajian di JIC.

Kebiasaan Stevanus mengikuti majelis taklim di masjid raya dekat rumahnya terpaksa pupus. Sebab, orang tuanya tidak lagi bekerja di Jakarta, melainkan Bandung. Maka sekeluarga hijrah ke luar dari ibu kota RI tersebut.

Waktu itu, Stevanus baru saja lulus SMP. Sebenarnya, ia merasa agak sedih karena harus terpisah dari kawan-kawan Muslimnya, khususnya di Masjid JIC. Namun, ketertarikan hatinya pada Islam tidaklah sirna begitu saja.

Bahkan, remaja itu mengalami kejadian yang membuatnya kian merenung. Beberapa kali ia bermimpi didatangi pria yang berbaju gamis dan sorban. Sosok tersebut tidak memperkenalkan diri, hanya lewat dan memberikan sebuah mushaf Alquran kepadanya sebelum menghilang.

Penasaran dengan makna mimpinya, Stevanus pun bertanya kepada seorang pemuka agama di gereja tempatnya biasa beribadah tiap akhir pekan. Namun, yang ditanya hanya menyampaikan, mimpi adalah bunga tidur. Bahkan, katanya, dari sanalah kerap terjadi gangguan iblis.

Tidak puas akan penjelasan itu, Stevanus pun berusaha mendapatkan Alquran. Lantaran tidak bisa membaca tulisan Arab, ia memilih mushaf yang disertai terjemahan berbahasa Indonesia.

Kemudian, kitab suci tersebut dibandingkannya dengan kitab yang diyakini agamanya sendiri saat itu. Ia membuka terlebih dahulu kitab agamanya, non-Islam.

Pada suatu malam, Stevanus terkejut karena mendapati sebuah ayat yang mengabarkan keadaan Nabi Isa. Sang nabi dikisahkan memanggil Allah SWT karena meninggalkannya saat disalib.

Maka timbul pertanyaan dalam diri Stevanus. "Saya bertanya, bahwa Isa wafat selama tiga hari kemudian bangkit. Lalu, sebagai tuhan, dia bisa meninggal. Lantas selama tiga hari, bagaimana alam dunia ini bisa berjalan seperti biasa?" katanya mengenang momen itu.

Baca juga: India Tangkap Tersangka Pemenggal Kepala Warga Hindu Pro Penghinaan Nabi   

Berhari-hari lamanya pertanyaan tersebut menggantung di benaknya. Namun, jawaban tak kunjung ditemukannya. Hingga kemudian, tibalah saat diri dan keluarganya pindah ke Bogor, Jawa Barat.

Kedua orang tua Stevanus telah menyarankannya untuk mendaftar ke sebuah SMK di Kota Hujan. Sebagai anak yang penurut, ia pun mematuhi mereka. Di sekolah tersebut, pemuda itu mulai beradaptasi.

Lama-kelamaan, penggemar musik Wali Band ini memiliki banyak teman. Tak disangkanya, kepala SMK itu adalah seorang tokoh agama Islam di lingkungan masyarakat. Sering dalam berbagai kesempatan, sang kepala sekolah menyampaikan petuah-petuah ke pada para murid. Nasihatnya selalu mengandung pesan keislaman.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement