Ahad 03 Jul 2022 05:36 WIB

Bukti-Bukti Meyakinkan Mualaf Gladys Islam adalah Agama yang Paling Benar 

Mualaf Gladys semakin meyakini kebenaran Islam melalui pencarian serius.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
Gladys. Mualaf Gladys semakin meyakini kebenaran Islam melalui pencarian serius
Foto:

Gladys juga sering berdiskusi dengan teman-temannya yang beragama Islam. Pertanyaan yang dia ajukan pun seputar ketuhanan dan Nabi Muhammad SAW. Calon suaminya pun lebih sering bertanya mengenai proses pencarian kebenaran agamanya. 

"Teman dekat saya juga selalu bertanya dan mempelajarinya juga, tetapi bagaimanapun saya mencoba mencari jawabannya tetapi tetap tidak ketemu sehingga dari situ saya juga berfikir bahwa yang diajarkan nabi muhammad itu sepertinya benar," ujar dia. 

Keraguan mengenai agamanya semakin besar dan sebaliknya keyakinan tentang agama Islam semakin kuat. Dia tak bisa menemukan dimanapun bukti bahwa konsep ketuhanan yang diyakininya selama ini adalah benar.  

"Justru bahwa saya mulai meyakini bahwa Allah itu Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Bahwa Allah sebagai Tuhan tidak bergantung kepada entitas apapun," ujar dia.  

Selama satu tahun, dia mempelajari kembali agamanya sendiri. Kemudian dengan hidayah Allah SWT, keyakinannya berpindah untuk mulai mempelajari Islam.  

Meski saat itu Gladys belum sempat berdiskusi dengan orang tua. Bagi Gladys pilihan agama merupakan hak pribadinya. 

Bahwa pilihannya kelak akan dipertanggung jawabkan secara pribadi olehnya di akhirat nanti. Meski awalnya dia mengenal Islam karena alasan perkawinan, hal itu bukanlah sebuah masalah.  

Karena sejak masa Rasulullah SAW, syiar Islam tak hanya ceramah dari satu tempat ke tempat lain. Tetapi juga salah satunya melalui perkawinan.  

Lagi pula, saat ini pilihannya dalam memeluk Islam bukan atas paksaan. Melainkan melalui proses mencari kebenaran dalam keyakinannya. Sembari terharu, Gladys bersyahadat dan berbicara bahwa sepulangnya dia, Gladys akan menjelaskan dengan baik pilihan keyakinannya.  

Gladys pun siap ketika keluarga menentang pilihannya. Mereka tidak berhak melarang atau menentang apapun agama yang dia pilih.

"Saya akan meyakinkan kalau ini adalah keputusan saya sendiri, bukan paksaan dari siapapun meskipun sudah pasti akan ditentang.  Saya akan mengatakan kalau kita semua memiliki hak masing-masing untuk menentukan apa yang diyakini kepada orang tua saya,"ujar dia.

Karena secara hukum dengan usianya saat ini dia berhak untuk menentukan agama sendiri sesuai dengan UUD pasal 28 dan 29. Demikian juga ketika di peradilan ketika usia sudah menginjak 18 tahun maka ketika menentukan pilihan agama sendiri tidaklah melanggar hukum. 

Baca juga: Puasa Arafah Ikut Arab Saudi Bersamaan Wukuf Arafah atau Sesuai Ketetapan Indonesia?

Gladys pun merasa tenang, karena ketika ada permasalahan yang berhubungan dengan keluarga maupun hukum saat mengetahui keislamannya maka MCN Aya Sofya siap mendampingi termasuk pengacara.

Setelah bersyahadat, Gladys pun mendapat bimbingan sebagai mualaf, hadiah seperangkat alat sholat dan Alquran serta buku tentang Islam. Sekembalinya bersyahadat, Gladys kemudian bertemu keluarga.  

 

Namun kekhawatiran yang saat itu dialaminya tidak terjadi. Hingga kini hubungan Gladys dengan keluarga tetap harmonis meski mereka berbeda agama. Mereka tetap menerima Gladys sebagai anak  dan saudara mereka.     

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement