Rabu 22 Jun 2022 16:16 WIB

Akankah Pakistan Menjadi Negara Muslim Berikutnya Normalisasi Hubungan dengan Israel?

Kunjungan warga Pakistan ke Israel memicu pro kontra soal hubungan dengan Israel

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Nashih Nashrullah
Bendera Pakistan. Kunjungan warga Pakistan ke Israel memicu pro kontra soal hubungan dengan Israel
Foto:

Sementara itu, rekan jurnalis Pakistan, Kunwar Khuldune Shahid setuju. "Kunjungan sekelompok orang Pakistan-Amerika dan Pakistan bulan lalu ke Israel telah mengarusutamakan perdebatan seputar formalisasi hubungan antara kedua negara," tulis Kunwar Khuldune Shahid pekan lalu di Haaretz.

"Dari kolom surat kabar, blog, video youtube hingga utas di Twitter dalam bahasa lokal urdu, semuanya didedikasikan untuk berdiskusi. Sementara narasi yang paling terlihat masih mengkhianati hiperbola Islam dan histeria antisemit, bahkan forum internet hipernasionalis di Pakistan telah menemukan ruang untuk argumen yang mendukung pengakuan Israel.

Dia menambahkan, banyak jurnalis arus utama telah datang untuk membela Qureshi, sesuatu yang tidak bisa dibayangkan satu dekade yang lalu.

Bagaimanapun pertanyaannya adalah apakah kunjungan itu cukup untuk mengubah status quo.

Khuldune Shahid percaya bahwa itu tidak akan menjadi perjalanan jurnalis saja, tetapi realitas geopolitik yang pada akhirnya akan memaksa Pakistan ke jalan normalisasi.

"Realitas geopolitik baru lah yang telah mengubah apa yang sampai saat ini tidak terpikirkan menjadi semakin tidak terhindarkan," tulis Khuldune.

Dia tidak sendirian, seorang jurnalis Pakistan yang berbasis di London Hamza Azhar Salam menulis di Haaretz bahwa kebijakan luar negeri Pakistan sedang berubah. Ia menulis, Panglima Angkatan Darar Jenderal Qamar Javed Bajwa telah menyatakan perubahan dalam kebijakan luar negeri Pakistan dari geopolitik ke geoekonomi.

"Sekarang jauh dari apa yang dulu fantastis dalam wacana publik Pakistan untuk menunjukkan bahwa negara Yahudi dan negara Muslim memiliki alasan kuat untuk membangun hubungan diplomatik satu sama lain. Hubungan dengan Israel sekarang dapat dilihat cocok untuk visi geoekonomi Pakistan. Kita harus melihat diri kita sendiri sebagai negara yang berusaha membangun perdagangan dan ekonomi yang kuat dengan negara lain untuk kesejahteraan warga negara kita sendiri, tidak peduli seberapa kompleks atau tidak selarasnya mitra tersebut."

 

 

Sumber: newsmax  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement