Senin 09 May 2022 19:15 WIB

Langkah Strategis Muhammadiyah Perjuangkan Islam Berkemajuan

Ada sejumlah langkah strategis Muhammadiyah perjuangkan Islam Berkemajuan.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad.
Foto: Dok Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad menjelaskan sejumlah langkah strategis Muhammadiyah dalam memperjuangkan Islam Berkemajuan. Pertama, yakni dengan meneguhkan keagamaan melalui dakwah, tajdid (pembaharuan), dan menggali sumber keagamaan yang autentik berdasarkan Alquran dan as-sunah.

"Kedua, dalam pendidikan keilmuan, kita merevitalisasi pendidikan semua jenjang pendidikan. Ini dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Yang paling penting dalam pendidikan bagi semua anak anak, yaitu bisa menggali informasi secara mandiri," kata dia kepada Republika.co.id, Senin (9/5).

Baca Juga

Dadang menambahkan, pada aspek pendidikan keilmuan tersebut, Muhammadiyah ingin dunia pendidikan baik tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi, menjadi unggul. Karena itu, Muhammadiyah melakukan ekspansi pendidikan ke mancanegara. "Kami menyebarkan pendidikan ke Australia, Malaysia, dan sebentar lagi ke Filipina dan Mesir," katanya.

Langkah ketiga mengenai kemanusiaan. Dadang menjelaskan, dalam bidang ini, Muhammadiyah memberikan semacam advokasi kepada siapapun yang merasa direndahkan dan disepelekan kemanusiaannya. "Kita bela," katanya.

Terakhir yaitu mengenai spiritualitas. Pada aspek ini, Muhammadiyah mendirikan panti asuhan, panti jompo, dan pusat-pusat rehabilitasi, termasuk bantuan-bantuan melalui Lazismu.

Dadang juga menyampaikan soal pentingnya mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Untuk mencapainya, pertama, masyarakat Muslim harus beragama kuat dan benar sehingga di sinilah letak pentingnya tauhid yang perlu dipegang teguh oleh masyarakat.

"Kedua, masyarakat juga harus berilmu pengetahuan. Ketiga, mempunyai spiritualitas tinggi, selalu berpihak pada orang-orang lemah, terenyuh atau tersentuh ketika melihat penderitaan," kata dia.

Terakhir, atau yang keempat, Dadang mengingatkan untuk selalu menghormati hak-hak manusia. Seorang Muslim tidak boleh merendahkan manusia, siapa pun itu. Karena mereka punya hak hidup dan hak berekspresi. "Ini empat pokok yang kita harus realisasikan untuk menuju Islam berkemajuan," katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement