Selasa 15 Mar 2022 12:06 WIB

Kemenag akan Petakan Potensi Masjid

Pemetaan potensi masjid untuk memperkuat ekonomi keumatan.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/5/2021). Kemenag akan Petakan Potensi Masjid Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang diikuti ribuan umat Islam itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
Foto: Antara/Didik Suhartono
Umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Nasional Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/5/2021). Kemenag akan Petakan Potensi Masjid Pelaksanaan shalat Idul Fitri yang diikuti ribuan umat Islam itu digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan pemetaan potensi masjid. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag) Adib mengatakan pemetaan potensi masjid ini bertujuan memperkuat peran masjid.

"Kita akan melakukan pemetaan masjid salah satunya terkait potensi pemberdayaan ekonomi umat. Jadi kita ingin memetakan masjid-masjid yang berpotensi bisa memberdayakan ekonomi umat. Kita nantinya akan menggandeng Baznas, BWI, hingga CSR perusahaan BUMN," kata Adib melalui pesan tertulis kepada Republika, Selasa (15/3/2022).

Baca Juga

Adib menjelaskan pemetaan potensi masjid dilakukan sebagai upaya memperkuat ekonomi keumatan melalui peran masjid. Apalagi, menteri agama mencanangkan masjid menjadi pusat peradaban Islam.

"Pak menteri agama punya gagasan besar yaitu menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam di Indonesia. Jadi roadmap penguatan peran masjid yang disusun itu orientasinya mendukung gagasan pak menteri tadi," ujarnya.

 

Adib mengatakan, selama ini masjid dikategorikan dalam beberapa hal seperti masjid nasional, masjid raya, masjid agung, masjid jami, masjid bersejarah, hingga masjid di tempat publik. Dari data Sistem Informasi Masjid (Simas), masjid di Indonesia jumlahnya ada 288.653 unit, di sana ada potensi untuk menguatkan ekonomi umat.

“Kita ke masjid tidak hanya untuk sholat berjamaah, tetapi juga bagaimana kita berkontribusi menangani persoalan-persoalan keumatan. Sudah tidak asing lagi misalnya ketika terjadi bencana, masjid menjadi tempat kumpul, bahkan menjadi pusat informasi, dan lain sebagainya," jelas Adib.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement