Rabu 23 Feb 2022 15:54 WIB

Direktorat Pesantren Kemenag Doakan 8 Santri Meninggal Jadi Syuhada 

Kebakaran Pesantren Miftahul Khoirot Diduga akibat api dari kipas angin

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khoirot KH Agus Abdullah menunjukkan kamar santri yang mengalami kebakaran di Desa Manggungjaya, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, Selasa (22/2/2022). Kebakaran tersebut terjadi pada Senin (21/2/2022) disebabkan korsleting listrik kipas angin yang mengakibatkan delapan santri meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.
Foto: ANTARA/M Ibnu Chazar
Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khoirot KH Agus Abdullah menunjukkan kamar santri yang mengalami kebakaran di Desa Manggungjaya, Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, Selasa (22/2/2022). Kebakaran tersebut terjadi pada Senin (21/2/2022) disebabkan korsleting listrik kipas angin yang mengakibatkan delapan santri meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para santri dalam peristiwa kebakaran di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kepala Kantor dan Kabid dari Kemenag hadir langsung ke tempat kebakaran. 

"Atas nama pribadi dan keluarga besar Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama menyampaikan duka mendalam atas wafatnya santri-santri pesantren," kata Direktur PD Pontren Kemenag, Waryono Abdul Ghofur kepada Republika.co.id, Selasa (22/2/2022) malam.

Baca Juga

Waryono mendoakan para santri yang menjadi korban kebakaran. Semoga mereka tercatat sebagai syuhada dalam jalan ilmu. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan sabar. 

"Semoga para ananda (santri) yang meninggal menjadi penarik ke surga bagi keluarganya, aamiin," ujar Waryono. 

Sebelumnya, Kepolisian Resor Karawang menyatakan delapan santri Pondok Pesantren Miftahul Khoirot di Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran pada Senin (21/2/2022). 

Kebakaran diduga  akibat adanya percikan api dari kipas angin. "Kami sebenarnya masih mendalami penyebab kebakaran," kata Kapolres Karawang

Meski begitu dia menyampaikan, sesuai dengan keterangan dari para santri yang selamat, sebelum terjadi kebakaran sempat ada percikan api dari kipas angin yang berada di salah satu kamar lantai dua pesantren.

Percikan api yang bersumber dari colokan kipas angin tersebut kemudian jatuh ke kasur hingga terjadi kebakaran. Ketika itu api sangat cepat menyambar ke kamar lainnya, hingga membakar sebagian bangunan pondok pesantren tersebut.

"Itu semua merupakan informasi awal ya. Jadi kebakaran bermula di sebuah kamar lantai pesantren yang banguna nya masih kayu," ucap kapolres.

Dikabarkan sejumlah santri juga mengalami luka-luka, sehingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang. 

"Kebakaran terjadi di pondok pesantren, korban delapan orang meninggal dunia," kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono.     

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement