Senin 21 Feb 2022 09:58 WIB

Kemenkes Arab Saudi: Seseorang Bisa Terinfeksi Covid-19 dan Flu Bersamaan

Kasus kritis yang banyak terjadi adalah mereka yang tidak mendapatkan vaksinasi.

Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi. Kemenkes Arab Saudi: Seseorang Bisa Terinfeksi Covid-19 dan Flu Bersamaan
Foto: AP
Vaksinator bersiap menyuntik vaksinasi Covid-19 Pfizer di Arab Saudi. Kemenkes Arab Saudi: Seseorang Bisa Terinfeksi Covid-19 dan Flu Bersamaan

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengindikasikan individu dapat terinfeksi flu musiman dan Covid-19 secara bersamaan.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Muhammad Al-Abdel Ali menekankan pada konferensi pers di sini pada Ahad (20/2/2022), bahwa belum ada jejak yang jelas dari infeksi kedua virus tersebut.

Baca Juga

Dia menunjukkan Arab Saudi mengikuti perkembangan positif untuk menghadapi pandemi, terutama kurva kasus menunjukkan penurunan yang khas dan kasus diperkirakan terus menurun lebih lanjut.

Dia mencatat, kasus kritis yang banyak terjadi adalah mereka yang tidak mendapatkan vaksinasi atau tidak menyelesaikan imunisasi. “Jumlah dosis yang diberikan di Kerajaan melebihi 60 juta, jumlah orang yang divaksinasi dengan dua dosis melebihi 24 juta, dan mereka yang menerima dosis booster lebih dari 10 juta,” katanya, dilansir di Saudi Gazette, Ahad.

 

Mengenai rentang waktu dosis booster, Al-Abdel Ali mengatakan belum ada penelitian untuk menentukan rentang waktu dosis booster. Dia menekankan dosis booster diperkenalkan berdasarkan studi global dan lokal dari para ahli dan spesialis. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan tingkat perlindungan terhadap penyakit parah.

Kasus Covid-19 baru di Arab Saudi sedikit melampaui angka 1.000 pada Ahad (20/2/2022) dengan 1.013 infeksi baru tercatat selama 24 jam terakhir. Menurut keterangan dari Kementerian Kesehatan, dua orang telah meninggal karena komplikasi yang disebabkan oleh virus selama 24 jam terakhir.

Ini menjadikan jumlah total infeksi yang dikonfirmasi di Kerajaan menjadi 739.344 dan kematian terkait virus menjadi 8.984. Menurut kementerian, total 2.136 orang pulih selama 24 jam terakhir, meningkatkan jumlah total orang yang bebas dari virus mematikan menjadi 711.556. Menurut kementerian, dari kasus aktif 832 di antaranya berada dalam kondisi kritis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement