Kamis 20 Jan 2022 17:03 WIB

Menag Ingatkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Tingkatkan Mutu

Menag menekankan pentingnya peningkatan mutu PTKIN

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
UIN Walisongo sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam. Menag menekankan pentingnya peningkatan mutu PTKIN
Foto: Youtube
UIN Walisongo sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam. Menag menekankan pentingnya peningkatan mutu PTKIN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas merilis Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Ujian Masuk (SPAN-UM) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2022. 

Menag mengingatkan agar PTKIN tidak semata fokus pada perluasan akses tetapi juga harus berorientasi pada peningkatan mutu. 

Baca Juga

Menurut Menag, ikhtiar Kementerian Agama (Kemenag) dalam perluasan akses masyarakat untuk kuliah di PTKIN semakin berhasil. Setiap tahun ratusan ribu pendaftar ikut terlibat dalam proses SPAN UM PTKIN. 

Pada 2021 misalnya, tidak kurang dari 280 ribu calon mahasiswa yang mendaftar. Terdiri atas 182.890 pendaftar dari 11.920 sekolah melalui jalur SPAN PTKIN dan 100.038 pendaftar melalui jalur UM PTKIN. 

 

"Jumlah pendaftar SPAN UM PTKIN tiap tahun terus meningkat. Ini setidaknya menjadi penanda bahwa upaya perluasan akses yang dilakukan Kementerian Agama berhasil," kata Menag melalui pesan tertulis kepada Republika.co.id, Kamis, (20/1/2022). 

Menurutnya, SPAN UM PTKIN sangat strategis, sebagai tahap awal mendapatkan calon-calon mahasiswa terbaik. Karenanya, seleksi mahasiswa ini menjadi sarana peningkatan mutu PTKIN. 

Dia menegaskan, kualitas PTKIN bisa dilihat dari output atau lulusan yang dihasilkan. Publik akan menilai seberapa besar PTKIN memiliki dampak bagi kehidupan, tidak hanya bagi negara bangsa, tapi juga peradaban dunia. 

Dalam konteks ini, SPAN UM PTKIN merupakan langkah awal peningkatan kualitas PTKIN. 

"Untuk memiliki output yang baik, tidak hanya dibutuhkan proses saja. Input yang baik tentunya diharapkan akan berdampak kepada kualitas yang akan dihasilkan," jelas Menag. 

Ketua Panitia SPAN UM PTKIN, Imam Taufiq, menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pengelolaan Perguruan Tinggi ditetapkan bahwa pola penerimaan mahasiswa baru pada UIN/IAIN/STAIN atau PTN dengan Program Studi Keagamaan di Indonesia dilakukan secara nasional dan bentuk lain. 

Dia menerangkan, pola seleksi secara nasional pada perguruan tinggi disebut SPAN-PTKIN dan pola seleksi bentuk lain yang dilakukan secara bersama oleh perguruan tinggi disebut UM-PTKIN. Kedua pola seleksi tersebut diikuti oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin, agama, ras, suku, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi. 

"SPAN UM PTKIN akan dilaksanakan oleh 58 PTKIN yang tersebar di seluruh Indonesia dan satu Fakultas Agama PTN yaitu Universitas Singaperbangsa Karawang. Proses pendaftaran jalur SPAN-PTKIN akan dilaksanakan mulai Februari hingga April 2022," jelas Rektor UIN Walisongo Semarang ini.

Imam menambahkan, proses pembukaan pendaftaran jalur UM-PTKIN diserahkan ke masing-masing PTKIN. Ini akan berakhir pada Juni 2022.    

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement