Rabu 19 Jan 2022 23:05 WIB

Masjid Istiqlal Osaka, Kebanggaan Baru Muslim Indonesia di Jepang

Masjid Istiqlal Osaka masjid pertama yang dikelola warga Indonesia di Jepang.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Gedung Masjid Istiqlal Osaka dan desain rencana renovasi bangunan. Masjid Istiqlal Osaka menjadi masjid pertama yang dikelola oleh masyarakat Indonesia di Jepang. Masjid Istiqlal Osaka, Kebanggaan Baru Muslim Indonesia di Jepang.
Foto: Masjid istiqlal Osaka
Gedung Masjid Istiqlal Osaka dan desain rencana renovasi bangunan. Masjid Istiqlal Osaka menjadi masjid pertama yang dikelola oleh masyarakat Indonesia di Jepang. Masjid Istiqlal Osaka, Kebanggaan Baru Muslim Indonesia di Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjid Istiqlal Osaka baru saja berdiri di Kota Osaka, Jepang. Berdirinya masjid tersebut adalah wujud dari impian dan harapan masyarakat Muslim Indonesia yang tinggal di Negeri Sakura.

Dilansir di laman https://masjid-istiqlal-osaka.org/, Osaka hanya memiliki satu masjid yang berdiri di daerah Nishi Yodogawa. Walaupun secara wilayah masuk Kota Osaka, secara geografis cukup jauh dari pusat kegiatan pariwisata Kota Osaka tempat orang-orang Indonesia sering berkunjung, seperti Shinsaibashi, Namba, dan Dotonbori. 

Baca Juga

Masjid Istiqlal Osaka didesain dan direncanakan menjadi pusat syiar Islam di Jepang, khususnya Kota Osaka. Namun, masjid yang baru lahir atau baru berdiri tersebut masih membutuhkan bantuan untuk menjadi pusat syiar Islam.

Kota Osaka di Jepang adalah tempat bagi 2,7 juta orang yang sekitar 3.500 orang di antara mereka adalah Muslim. Tidak sedikit masyarakat Muslim Indonesia yang tinggal di sana. Bahkan ribuan wisatawan Muslim setiap tahunnya mengunjungi Kota Osaka.

Ketua Yayasan Masjid Istiqlal Osaka Ustaz Herizal Adhardi menceritakan proses berdirinya Masjid Istiqlal Osaka yang penuh tantangan, tapi selalu mendapatkan bantuan dari Allah SWT lewat para dermawan. Awalnya Muslim Indonesia sering ikut melaksanakan shalat lima waktu, shalat Jumat, shalat Tarawih, shalat Idul Fitri dan Idul Adha di masjid-masjid yang dibangun Muslim dari Pakistan, Bangladesh, dan Sri Lanka.

Akibatnya, sering kali umat Islam yang membangun masjid itu tidak kebagian tempat shalat karena dipenuhi jamaah dari Indonesia. Ustaz Herizal mengatakan, sering mendapat pertanyaan dari umat Islam dari negara lain, mengapa Muslim Indonesia tidak membangun masjid. Pertanyaan tersebut menjadi motivasi untuk membangun masjid sendiri.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement