Selasa 23 Nov 2021 05:35 WIB

Kerukunan di Kalbar, Dialog dan Pelajaran Kelam Masa Lalu

Para tokoh agama di Kalbar terus menjaga komunikasi antarumat

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Sejumlah pengendara motor melintas di dekat Masjid Raya di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (12/11/2021). Masjid Raya Singkawang yang pertama kali didirikan pada tahun 1885 dan merupakan salah satu masjid tertua di Kalimantan Barat tersebut menjadi salah satu landmark kota di Singkawang.
Foto:

"Di samping kita melakukan dialog, masing-masing pemuka agama melakukan pembinaan di umatnya masing-masing, karena tidak ada satu agama pun yang mentoleransi adanya permusuhan dan kerusuhan, semua agama mengajarkan untuk hidup damai," ujar Kiai Basri.

Dukungan pemerintah 

Ustadz Ismail menilai bahwa peran tokoh-tokoh agama dan FKUB sangat penting dalam menjaga kerukunan. FKUB di tingkat kabupaten bahkan sampai membentuk FKUB di tingkat kecamatan. Di samping itu, lembaga adat hidup dan berfungsi dengan baik sampai tingkat bawah. 

Ia mengatakan, dalam beberapa kali rapat FKUB di Kalbar, umumnya masalahnya sama yakni kurangnya perhatian pemerintah daerah ke FKUB di tingkat kabupaten. Sehingga FKUB tidak mendapatkan anggaran sesuai kebutuhannya untuk menjalankan program-programnya dalam rangka merawat kerukunan. 

"Hanya beberapa kabupaten saja yang pemerintah daerahnya mendukung (FKUB), karena umumnya FKUB kabupaten tidak mendapatkan anggaran dari pemerintah," jelas Ustadz Ismail. 

Meski demikian, Ustaz Ismail menegaskan, sering menyampaikan ke tokoh-tokoh agama bahwa tugas mereka sangat mulia. 

Jangan karena tidak ada bantuan dari pemerintah, tokoh-tokoh agama tidak melakukan kegiatan menyapa umatnya, ceramah kepada umatnya, dan menyampaikan pesan-pesan kerukunan. 

"Mereka (tokoh-tokoh agama) mulia meski ada atau tidak ada bantuan (dana dari pemerintah)," ujarnya.   Kiai Basri berharap, pemerintah yang memayungi masyarakat benar-benar memayungi serta mengayomi masyarakat secara adil dan proporsional. Karena itu yang diharapkan masyarakat di bawah. 

Baca juga: Rasulullah SAW Terbiasa Menahan Lapar Sejak Usia Muda

Dia memberikan masukan agar pemerintah menegakan keadilan secara sungguh-sungguh. Berikan pelayanan secara adil dan proporsional kepada umat beragama yang ada di Kalbar. Sebab jika pemerintah tidak memberikan keadilan, nanti kerukunan dikhawatirkan akan rusak. 

 

"Itu (ketidakadilan) yang menjadi pemicu ketidak rukunan itu, akhirnya yang di bawah jadi bentrok, itu (keadilan) yang kita harapkan dari pemerintah pusat dan daerah, kita maunya hukum ditegakkan dengan adil tanpa pandang bulu," jelasnya.     

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement