Jumat 05 Nov 2021 17:36 WIB

Satgas Covid-19 PBNU Sambut Baik Vaksinasi Anak

Vaksin bagi anak saat pembelajaran tatap muka krusial.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Satgas Covid-19 PBNU Sambut Baik Vaksinasi Anak
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Satgas Covid-19 PBNU Sambut Baik Vaksinasi Anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Satgas Covid-19 PBNU Muhammad Makky Zamzami menyatakan siap menyukseskan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun.

"Tentunya kami sangat mendukung dan menyukseskan vaksinasi bagi anak ini. Dan vaksinasi bagi anak ini kita sambut gembira," kata Makky saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (5/11). 

Baca Juga

Makky menambahkan, hadirnya vaksin bagi anak saat pembelajaran tatap muka (PTM) saat ini bagi sekolah-sekolah menjadi krusial. Untuk itu, dalam upaya menyukseskan rencana vaksinasi anak ini, ia akan berkolaborasi dengan sejumlah pihak yang membawahi langsung sekolah anak. 

Mulai dari sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, maupun organisasi-organisasi masyarakat (ormas) lainnya. Dia menyebut setiap pihak, termasuk NU, akan berupaya menyukseskan program vaksinasi anak ini untuk mencapai target kekebalan kelompok yang ditargetkan pemerintah. 

Namun demikian, dia menggarisbawahi, strategi dalam melakukan vaksinasi anak dinilai akan berbeda dengan vaksinasi yang dilakukan untuk orang dewasa. Untuk itu dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi yang baik dengan sekolah. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan memperkirakan kebutuhan vaksin Sinovac tambahan untuk kelompok sasaran vaksinasi Covid-19 usia 6-11 tahun berkisar 25 hingga 30 juta dosis. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksin yang tersedia saat ini masih diprioritaskan untuk kalangan dewasa dan lansia sebab lebih berisiko sakit berat.

"Fokus kita adalah pemberian vaksinasi pada dewasa dan lansia yang memang akan sakit berat dan kematiannya lebih tinggi risikonya 3-5 kali lipat dibandingkan anak-anak," katanya.

Menurutnya, vaksinasi pada usia anak belum digelar dalam waktu dekat sebab Kemenkes masih konsultasi untuk mendapatkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) serta Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan profesi lainnya. Konsultasi itu untuk memastikan teknis pelaksanaan vaksinasi untuk rentang usia 6-11 tahun, seperti proses skrining, penanganan efek samping, hingga dosis yang dibutuhkan. Saat disinggung terkait waktu pelaksanaan vaksinasi anak, Nadia memperkirakan program tersebut bergulir pada 2022 jika seluruh persiapan telah diselesaikan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement