Kamis 28 Oct 2021 02:31 WIB

Rumah Zakat Hadirkan Layanan Kesehatan Lansia Gratis

Jenis layanan yang diberikan yaitu timbang berat badan, cek tekanan darah, metabolik

Pada umumnya, para lansia biasanya mengalami keluhan sakit yang bermacam-macam,namun dibiarkan begitu saja tanpa memeriksa kesehatan ke puskesmas atau klinik terdekat dengan alasan sakit biasa dan mungkin karena tidak ada biaya. Oleh sebab itu, Fasilitator Rumah Zakat Desa Berdaya Negeri Sakti, Kabupaten Pesawaran rutin memeriksa kesehatan lansia agar terus sehat dan berdaya seperti yang dilakukan pada Rabu (20/10).
Foto: istimewa
Pada umumnya, para lansia biasanya mengalami keluhan sakit yang bermacam-macam,namun dibiarkan begitu saja tanpa memeriksa kesehatan ke puskesmas atau klinik terdekat dengan alasan sakit biasa dan mungkin karena tidak ada biaya. Oleh sebab itu, Fasilitator Rumah Zakat Desa Berdaya Negeri Sakti, Kabupaten Pesawaran rutin memeriksa kesehatan lansia agar terus sehat dan berdaya seperti yang dilakukan pada Rabu (20/10).

REPUBLIKA.CO.ID, PESAWARAN--Pada umumnya, para lansia biasanya mengalami keluhan sakit yang bermacam-macam,namun dibiarkan begitu saja tanpa memeriksa kesehatan ke puskesmas atau klinik terdekat dengan alasan sakit biasa dan mungkin karena tidak ada biaya. Oleh sebab itu, Fasilitator Rumah Zakat Desa Berdaya Negeri Sakti, Kabupaten Pesawaran rutin memeriksa kesehatan lansia agar terus sehat dan berdaya seperti yang dilakukan pada Rabu (20/10).

Demi menjaga kesehatan lansia, Sidik selaku Fasilitator rutin mengadakan kegiatan Ramah Lansia secara Gratis agar dapat memantau keadaan mereka dan mengerti kebutuhan lansia itu sendiri. Jenis layanan yang diberikan yaitu timbang berat badan, cek tekanan darah, cek metabolik yang terdiri dari cek kolesterol, asam urat, gula darah, dan pemberian makanan tambahan berupa susu kedelai dan buah-buahan guna menunjang kesehatan lansia.

Slamet (75), lansia yang rutin memeriksakan kesehatan ini selalu penasaran dengan hasil cek kolesterol yang bermula tinggi berangsur-angsur turun, karena mengikuti anjuran pola makan. "Kalau saya tidak periksa saya tidak tau, mungkin bisa jatuh sakit karena terus sembarangan makan," kata Slamet.

Kegiatan yang dimulai jam 8-11 ini diadakan di 2 tempat berbeda demi menghindari kerumunan dengan total peserta sebanyak 33 penerima manfaat. "Senyum lansia mengalahkan lelah," ungkap Sidik.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement