Ahad 04 Jan 2026 12:46 WIB

Rumah Zakat Resmikan Program Pembangunan 100 Huntara di Aceh Utara

Harapannya, sebelum Ramadhan warga terdampak banjir sudah menempati huntara.

Rumah Zakat bermitra dengan Bulak Sumur Peduli, UGM juga Tangguh Research Group melakukan open ceremony pembangunan 100 hunian sementara di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (3/1/2026).
Foto: Rumah Zakat
Rumah Zakat bermitra dengan Bulak Sumur Peduli, UGM juga Tangguh Research Group melakukan open ceremony pembangunan 100 hunian sementara di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (3/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH UTARA -- Rumah Zakat bersama Bulak Sumur Peduli, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Tangguh Research Group on Resilient Architecture secara resmi membuka Program Pembangunan 100 Hunian Sementara (Huntara) melalui kegiatan open ceremony yang diselenggarakan di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi kemanusiaan lintas lembaga dalam upaya menyediakan hunian layak, aman, dan sehat bagi masyarakat terdampak yang membutuhkan tempat tinggal sementara.

Program pembangunan 100 Huntara ini diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi sosial dan meningkatkan kualitas hidup warga Desa Geudumbak.

Acara pembukaan yang dilaksanakan Rumah Zakat bersama Bulak Sumur Peduli, Universitas Gadjah Mada, Tangguh Research Group on Resilient Architecture dihadiri Rektor UGM secara daring, perwakilan pemerintah daerah dari Kabupaten Aceh Utara, Kemenag Aceh Utara, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

photo
 (Rumah Zakat)

Dalam sambutannya, Al Razi Izzatul Yazid, Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat menyampaikan, program ini wujud komitmen bersama dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Sementara itu, Ashar, tim ahli dan civitas akademik UGM menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga sosial, akademisi, dan masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan dan pembangunan pasca kebutuhan darurat.

Dalam proses pembangunan huntara, dukungan keilmuan, pendampingan, serta keterlibatan civitas akademik dan seluruh stakeholder menjadi pondasi penting dalam pelaksanaan program.

Sementara itu, Zulkifli S.Ag, M.Pd, Kepala Dinas Olahraga dan Pariwisata mewakili Bupati Aceh Utara menyampaikan terima kasih kepada Rumah Zakat dan UGM atas kolaborasi menghadirkan program yang sangat inspiratif untuk percepatan pemulihan bagi masyarakat Geudumbak, Langkahan ini.

Program pembangunan 100 Huntara ini rencananya dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat setempat, sehingga tidak hanya menghasilkan hunian fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kemandirian warga Desa Geudumbak.

Melalui kegiatan opening ceremony ini, seluruh pihak berharap pembangunan huntara berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat serta dampak positif bagi penghidupan masyarakat Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

photo
 (Rumah Zakat)

“Kami berterima kasih kepada Rumah Zakat, bersama Bulak Sumur Peduli, UGM, dan Tangguh Research Group On Resilient Architecture yang telah membantu kami dengan memberikan hunian sementara. Saat ini, kami sangat membutuhkan tempat tinggal layak, semoga bantuan hunian ini bisa mempercepat proses pemulihan pasca bencana.” kata Pak Martunis, warga Desa Geudumbak.

Di sela-sela open ceremony, Kepala Cabang Rumah Zakat Aceh, Riadhi juga menyatakan siap berkolaborasi dengan semua pihak baik personal, komunitas maupun korporat untuk memulihkan Aceh. Harapannya, sebelum Ramadhan warga terdampak banjir sudah menempati huntara yang sudah disiapkan.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement