Kamis 14 Oct 2021 04:55 WIB

Martin Ahmad Memeluk Islam karena Keramahan Muslim

Kehangatan keluarga Muslim mengetuk hati Martin untuk ikut mempelajari Islam.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Martin Ahmad Memeluk Islam karena Keramahan Muslim
Foto:

"Saya menginginkan lebih dari itu dalam hidup saya. Saya ingin menjadi seperti mereka," ujar Martin. 

Keesokan harinya, ia bertemu Hasan saat istirahat makan siang. Martin mulai melancarkan beragam pertanyaan pada Hasan, termasuk tentang sholat dan apa yang harus ia lakukan untuk menjadi seorang Muslim. Mendengar itu, Hasan sedikit terkejut, tetapi sangat senang.

Sepulang sekolah, Martin pergi ke rumahnya dan menunggu sampai ayahnya pulang kerja. Lalu Hasan mengatakan kepada ayahnya bahwa Martin ingin menjadi Muslim. Ayahnya menatap dengan terkejut dan bahagia, lalu memeluk sangat erat. 

"Kami duduk di atas sajadah dan dia menyuruh saya membaca syahadat, Sekarang sudah lebih dari 20 tahun saya memeluk Islam. Saya telah pindah dari kota asal saya dan memiliki keluarga sendiri," kata Martin.

"Keluarga Hasan masih sangat saya sayangi. Mereka menunjukkan kepada saya keindahan Islam. Mereka menunjukkan kepada saya cara indah Nabi Muhammad SAW, bagaimana memperlakukan tamu kami. Melalui perilaku indah mereka terhadap saya, saya menjadi tertarik pada Islam," kata Martin.

Penulis, Claudia Azizah, menceritakan kisah Martin Ahmad. Dia memeluk Islam lebih dari 20 tahun yang lalu di Jerman.

https://aboutislam.net/reading-islam/my-journey-to-islam/muslim-hospitality-made-me-embrace-islam/

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement