Jumat 20 Aug 2021 16:55 WIB

Baznas Sukabumi Didorong Optimalkan Potensi ZIS

Baznas melibatkan teknologi dalam menyampaikan pesan kepada umat Islam

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Gita Amanda
Kota Sukabumi berupaya mengoptimalkan zakat, infak dan sedekah (ZIS). (ilustrasi)
Foto: Baznas
Kota Sukabumi berupaya mengoptimalkan zakat, infak dan sedekah (ZIS). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kota Sukabumi berupaya mengoptimalkan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Hal dilakukan dengan memperkuat profesionalisme, pelibatan teknologi, dan transparansi dalam pengelolaan ZIS.

Hal ini disampaikan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi periode 2021-2026 di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi, Jumat (20/8). Pengurus yang dilantik yakni Ketua Baznas Kota Sukabumi Miftah Amir, Wakil Ketua Ade Munhiar, Wakil Ketua II Wawan Supendi, Wakil Ketua III Ahmad Dzaki dan Wakil Ketua IV KH Damanhuri.

Baca Juga

''Potensi ZIS sangat besar dan dengan kepengurusan baru saat ini harus mampu mengoptimalkannya dan melipatgandakan dari target sebelumnya,'' kata Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Di mana belum mampu dikelola seluruhnya karena misalnya saat ini yang terbesar dari ASN dan ke depan diperluas.

Baznas kata Fahmi, lembaga resmi dan satu satunya dibentuk Kepres Nomor 8 tahun 2001. Di mana tugas dan fungsinya menghimpun mengelola menyalurkan zakat, infak dan sedekah. Hal ini diperkuat dengan UU Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Maka kedudukan Baznas jadi sangat kuat. Sehingga bukan tugas Baznas bukan sederhana. Sebab harus dijalankan penuh tanggung jawab dan dedikasi karena yang dikelola dan disalurkannya dana umat untuk umat jadi harus hati-hati kelola ZIS.

''Berharap Baznas makin tumbuh kokoh dan kuat di kepengurusan ini dengan mengambil hal-hal baik yang dilakukan pengurus periode sebelumnya,'' kata Fahmi. Misalnya terobosan dan inovasi yang dilakukan sebelumnya harus dilanjutkan kepengurusan periode tahun ini.

Ada tiga hal yang dititipkan wali kota kepada pengurus Baznas yang baru. Pertama mari sama-sama meningkatkan profesionalisme dalam bekerja karena tantangan dan dinamika senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Sehingga harus Baznas harus upgrade keilmuan dan kemampuan.

Kedua transparansi, komisioner Baznas menyampaikan kepada masyarakat hal hal yang dilakukan. Ketiga pelibatan teknologi karena zaman sekarang berbeda dengan sebelumnya dan Baznas melibatkan teknologi dalam menyampaikan pesan kepada umat Islam dan memudahkan berzakat bagi warga dimana saja dan kapan saja bisa dengan cepat melakukannya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement