Rabu 07 Jul 2021 20:40 WIB

Masjid di Murcia Dicoret-Coret dan Ditaruh Kepala Babi

Sebuah masjid di kota Cabezo de Torres, Murcia menjadi target aksi Islamofobia.

Salah satu masjid di Spanyol (ilustrasi)
Foto:

Masih di bulan Juni, Momoun Koutaibi, seorang mekanik di perusahaan Primafrio, diduga menjadi korban serangan rekan kerjanya. Media lokal melaporkan, rekan kerjanya itu dipecat lantaran dinilai buruk oleh bosnya. Sang Bos lantas membandingkannya dengan pekerja Muslim. 

"Orang Moor (Muslim) ini adalah pekerja yang lebih baik daripada Anda," kata sang bos.

Usai dipecat, rekan kerja Koutaibi lantas terpancing emosinya. Ia memukul Koutaibi dengan besi hingga terluka parah. Koutaibi pun dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Keluarga Koutaibi berkeras peristiwa itu adalah serangan rasis.

Pada 18 Juni, seorang perempuan asal Ekuador ditikam saat mengantre di bank makanan. Pelaku, seorang wanita Spanyol, diduga menghinanya dengan cercaan rasial. Wanita spanyol menuduhnya pencuri pekerjaan dan makanan. 

Awal tahun ini, masjid lain juga dirusak di kota San Javier, wilayah Murcia. Sejauh ini, pemerintah pusat Spanyol sebagian besar tetap diam tentang gelombang serangan di Murcia.

 

Murcia adalah benteng bagi partai sayap kanan Spanyol Vox. Dalam pemilihan umum 2019, itu adalah satu-satunya wilayah di mana Vox adalah partai yang paling banyak dipilih.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement