Rabu 07 Jul 2021 15:55 WIB

Kemenag Gelar Kompetisi Robotik Madrasah 2021

Kompetisi robotik madrasah 2021 digelar Kemenag.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Kemenag Gelar Kompetisi Robotik Madrasah 2021. Foto: Kompetisi Robotik Madrasah
Foto: dok. Kementerian Agama RI
Kemenag Gelar Kompetisi Robotik Madrasah 2021. Foto: Kompetisi Robotik Madrasah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) menggelar kompetisi Robotik Madrasah 2021 bertema Robot For Global Pandemi mulai Juli-September 2021.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, Prof Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan, kompetisi robotik madrasah adalah program unggulan tahunan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah. Kompetisi ini adalah ajang kompetisi robotik tingkat Madrasah ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Baca Juga

Prof Ramdhani menerangkan latar belakang komeptisi ini. Ia menjelaskan, sejak 2014 madrasah-madrasah mulai mengikuti kompetisi robotika, baik di dalam maupun luar negeri.

"Hal ini menunjukan bahwa madrasah memiliki keunggulan di bidang pengetahuan keagamaan yang kuat, pada sisi lain mampu beradaptasi dengan teknologi kekinian," kata Prof Ramdhani saat konferensi pers kompetisi Robotik Madrasah 2021 secara virtual, Rabu (7/7)

Ia menambahkan, latar belakang digelarnya kompetisi ini juga karena tingginya antusiasme siswa-siswi untuk mengenal dan mempelajari teknologi robotika dan otomasi. Sementara wadah untuk menyalurkan kreativitas ini masih terbatas.

Kemenag memahami melalui teknologi robotika, siswa-siswi madrasah mampu menumbuhkan kreativitas dan imaginasinya bagi kebermanfaatan teknologi terutama dalam menghadapi era industri 4.0. Era otomatisasi dalam segala aspek kehidupan membuat perkembangan teknologi terutama robotik akan memegang peranan penting.

Prof Ramdhani mengatakan, kompetisi robotika ini memiliki enam tujuan. Pertama, melatih motorik siswa. Kedua, melatih kreativitas. Ketiga, merangsang logika berpikir. Keempat, memprogram robot. Kelima, melatih kompetisi dan bekerjasama. Keenam, melatih dedikasi.

"Dalam konteks dedikasi ini kita mencoba menerjemahkan hadist Rasulullah SAW yang menyebut, bahwa kita berorientasi menciptakan insan yang terbaik, melalui kompetisi robotik ini kita diajarkan untuk memberikan manfaat," ujarnya.

Ada empat tema utama di kompetisi robotik madrasah tahun ini. Pertama, Robot for Health Care (Robot Peduli Kesehatan), yakni robot untuk mendukung layanan kesehatan. Kedua, Robot for Social Care (Robot Peduli Sosial), yakni robot yang berfungsi mendukung dan media interaksi sosial yang terkendala di masa pandemi.

Ketiga, Robot for Resilience (Robot untuk Ketahanan Hidup), yakni robot yang memiliki fungsi membantu manusia untuk ketahanan hidup manusia. Robot for Economy Recovery (Robot untuk Pemulihan Ekonomi), yakni robot yang membantu manusia untuk pemulihan ekonomi.

"Semuanya robot yang dirancang untuk membantu manusia dalam penanganan persoalan-persoalan kekinian," jelas Prof Ramdhani.

Ia menjelaskan, ada dua kategori kompetisi Robotik Madrasah 2021. Pertama, kategori rancang bangun inovasi. Menciptakan sebuah rancangan model teknologi yang berguna untuk meringankan kehidupan manusia, sesuai dengan tema. Peserta merakit robotnya sendiri dari madrasah dan mempresentasikan di hadapan juri secara daring.

Kategori kedua, mobile robot. Membuat program kendali untuk mengendalikan mobile robot supaya bergerak mandiri sesuai dengan tugas yang ditentukan dan dilengkapi dengan teknologi sensor dan lain-lain. Serta diberi halang rintang sesuai dengan tingkat atau jenjang pendidikannya.

Kompetisi dimulai dari sosialisasi dan pendaftaran pada Juli-Agustus. Seleksi persyaratan dan pengumuman peserta yang lolos seleksi pada September. Kompetisi rancang bangun inovasi secara daring pada Oktober. Kompetisi mobile robot pada September.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement