Jumat 04 Jun 2021 16:03 WIB

Baitulmaal Muamalat Buka Program Karantina Tahfizh

Keinginan umat Islam untuk menghafal Alquran sangat tinggi tapi belum terfasilitasi

Peresmian Karantina Tahfizh Al-Quran Baitulmaal Muamalat
Foto: Dok BMM
Peresmian Karantina Tahfizh Al-Quran Baitulmaal Muamalat

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA — Executive Tahfizh Center (ETC) Yogyakarta, salah satu program wakaf produktif yang dikembangkan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) resmi membuka program karantina tahfizh Al-Qur’an pada  tanggal 30 Mei 2021.

Eko Andriawan, Manager Pengembangan Harta Wakaf BMM, mengungkapkan, Executive Tahfizh Center merupakan program wakaf produktif yang dijalankan oleh Baitulmaal Muamalat dengan harapan mampu melahirkan ribuan penghafal Alquran. Program ini diharapkan  akan mempunyai kontribusi yang besar bagi peradaban dan pembangunan bagi bangsa dan negara Indonesia.

Pembukaan program karantina tahfizh Al-Qur’an dihadiri oleh Kepala ETC, Ust. Haris Nugroho, LC, MA, Penasihat Yayasan Karantina Tahfizh Nasional (YKTN), Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Al-Hafizh, Pembina YKTN, Ust. Ma'mun Al-Qurthuby, S.Pd.I, M. Pd Al-Hafizh, dan Ust. Yasin Iryadi, S. Pd, Al-Hafizh. Turut pula hadir Wakil Wali Kota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA dan jajaran pemerintah setempat, serta peserta karantina tahfizh.

Dalam sambutannya, Kepala ETC, Ust. Haris Nugroho, LC, MA, menjelaskan, keinginan umat Islam di Indonesia untuk menghafal Alqur’an sangat tinggi, akan tetapi banyak diantara mereka yang tidak terfasilitasi. “Disinilah Executive Tahfizh Center hadir dengan program karantina tahfizh Al-Qur'an, sebagai solusi untuk membantu mereka yang ingin hafal Alqur'an akan tetapi terkendala usia, kesibukan, sistem sekolah/kuliah yang tidak mendukung, ataupun kendala yang lain. Semoga ini menjadi langkah awal untuk menuju Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa robbun ghafur melalui keberkahan Alqur’an,”ujar dia lewat keterangan tertulis kepada Republika.

Ust. Ma'mun Al-Qurthuby, S.Pd.I, M. Pd Al-Hafizh, selaku Mudir YKTN turut menyampaikan materi kepada peserta. Dia mengingatkan kepada peserta, Allah telah menjamin kemudahan bagi siapa saja yang mau mempelajari Alqur’an. Allah juga akan mengangkat derajat dan memuliakan para penghafal Alqur’an.

Karantina tahfizh Al-Qur’an yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19 tetap dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat dengan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. Sebelum mengikuti karantina tahfizh, para peserta akan dites rapid antigen terlebih dahulu. 

Adapun metode pembelajaran yang digunakan kepada para peserta yaitu Yadain Litahfizhil Quran. Tujuan memilih metode tersebut yaitu agar para peserta dimudahkan dalam menghafal 30 juz Al-Qur’an dalam waktu 35 hari.

Diharapkan dengan adanya kegiatan karantina tahfizh ini, dapat mencetak para penghafal Al-Qur’an dan bersama mencapai visi yakni Satu Keluarga Muslim Satu Hafizh/Hafizhah 2030.  

Berita Terkait
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi