Rabu 05 May 2021 20:33 WIB

Konsensus Mahasiswa di Pesantren Peradaban Luhur  Ramadhan

Pesantren Peradaban Luhur diikuti 24 mahasiswa dan mahasiswi  dari tiga provinsi

Sebanyak 24 mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat mengikuti Pesantren Peradaban Luhur di Bogor, 3-5 Mei 2021.
Foto: Dok Lembaga Peradaban Luhur
Sebanyak 24 mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari Jakarta, Banten dan Jawa Barat mengikuti Pesantren Peradaban Luhur di Bogor, 3-5 Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Untuk mengisi Ramadhan 1442  H dengan kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa, Lembaga Peradaban Luhur (LPL) mengadakan kegiatan Pesantren Peradaban Luhur untuk mahasiswa selama tiga hari, Senin sampai dengan Rabu, 3-5 Mei 2021.  Tempatnya di Wisma Tugu Kementerian Agama, Jalan  Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan itu diadakan  dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Kegiatan ini diikuti oleh 24 mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Mereka berasal dari berbagai kampus, baik kampus umum maupun kampus Islam.

Narasumber kegiatan adalah KH Wahfiudin Sakam dari Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat yang memberikan materi pembelajaran dzikir dan Ustadz Rakhmad Zailani Kiki, Kepala Lembaga Peradaban Luhur  (LPL),  yang  memberikan materi pengantar civil society, kebangsaan dan peradaban Indonesia dalam perspektif Islam serta optimasi qalbu. Ia juga  berperan sebagai fasiitator dan moderator kegiatan ini. 

“Pembelajaran di Pesantren Peradaban Luhur untuk mahasiswa ini menggunakan metode MOVE dari InWent, Jerman yang menuntut peran peserta sebagai narasumber juga. Sehingga,  walau dalam keadaan puasa, peserta dapat berpartisipasi secara maksimal dari pagi sampai tengah malam mengikuti kegiatan ini selama tiga hari. Dan di akhir acara diucapkan konsensus bersama para mahasiswa dan mahasiswi di acara ini untuk bersama memperkuat civil society, kebangsaan dan peradaban Indonesia yang  bersumber dari  ajaran Islam yang luhur dan kearifan lokal,” ujar Ustadz Rakhmad Zailani Kiki atau yang akrab disapa dengan Ustadz Kiki, dalam rilis yang diterima Republika.co.id.  

Menurut Ustadz Kiki, dari hasil diskusi dan paparan para peserta, dihasilkan beberapa progam dan kegiatan sebagai tindak lanjut serta menghasilkan rekomendasi terkait persoalan bangsa yang sedang popular. Salah satunya tentang mudik Lebaran yang seharusnya tidak perlu dilarang jika  prosedur kesehatan Covid-19 dapat diterapakan secara ketat kepada para pemudik dengan manajemen mudik yang  baik  untuk menghindari penumpukan dan kerumunan pemudik.

Dan dari testimoni para peserta yang merasa puas dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini, maka Lembaga Peradaban Luhur (LPL) akan terus menyelenggarakan kegiatan Pesantren Peradaban Luhur untuk mahasiwa baik untuk peserta yang baru maupun kelanjutan dari acara ini, baik di bulan Ramadhan di tahun yang akan datang maupun di luar bulan Ramadhan.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi