Sabtu 20 Feb 2021 05:51 WIB

Mengapa Jumlah Umat Islam Tumbuh Begitu Pesat di Jepang?

Jumlah umat Islam tumbuh pesat di Jepang karena sejumla faktor

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
Jumlah umat Islam tumbuh pesat di Jepang karena sejumla faktor. Masjid Camii Tokyo, Jepang
Foto:

Banyak yang bekerja di bisnis konstruksi yang berkembang pesat selama ekonomi berkembang. Peningkatan imigran Muslim ini menyebabkan masuknya pemagang dan pekerja lainnya, yang tidak hanya menambah populasi tetapi juga mengakibatkan peningkatan jumlah masjid di seluruh Jepang.

Ketiga, menjamurnya masjid. Berbicara tentang masuknya imigran Muslim dan masjid, tempat ibadah tersebut memiliki sejumlah fungsi komunitas. Ini termasuk menawarkan kesempatan bagi non Muslim Jepang untuk bersosialisasi dan belajar tentang agama.  

Saat ini semakin banyak masjid sedang dibangun dan menerima tur dari non Muslim Jepang sehingga keyakinan Islam tersebar ke masyarakat. Namun, dengan bertambahnya jumlah masjid di seluruh Jepang, perselisihan juga muncul di berbagai kota.

Keempt, Islamofobia. Salah satu aspek yang paling menarik adalah persepsi anti-Islam di seluruh dunia berdampak pada peningkatan umat Islam di Jepang. Orang-orang menjadi penasaran dan ingin tahu bagaimana salah satu agama besar di seluruh dunia telah memicu kekerasan atau tidak.  

Masjid-masjid tersebut mengalami peningkatan jumlah pengunjung Jepang non Muslim di tempat itu, yang menunjukkan motivasi orang Jepang untuk belajar lebih banyak tentang Islam.

Kelima, wisata bebas visa. Di beberapa negara Muslim seperti Indonesia dan Malaysia, wisatawan tidak memerlukan visa untuk bepergian ke Jepang. Meningkatnya perjalanan dengan pesawat berbiaya rendah juga menjadi penyebab orang-orang dari negara-negara Muslim menikmati tur di Jepang.

Keenam, meningkatnya fasilitas untuk Muslim. 

Untuk melayani konsumen Muslim dengan lebih baik dari seluruh dunia, banyak restoran telah berusaha lebih keras untuk memastikan bahwa mereka memiliki makanan halal. 

Mereka juga berusaha untuk mendapatkan sertifikasi halal dari berbagai organisasi Jepang.  Dalam hal tersebut, Jepang melakukan upaya maksimal dalam menjaga sikap yang lebih netral dan ramah terhadap Muslim. 

Ketujuh, tingkat perpindahan agama yang rendah. Perpindahan agama relatif rendah di masyarakat Muslim dan hal yang sama berlaku untuk Muslim Jepang. Secara umum, umat Islam yang lahir dari orang tua Muslim terlepas dari tempat lahirnya, cenderung menganut agama Islam. 

Bahkan jika mereka tidak mengikuti keyakinan mereka sepenuhnya, mereka kebanyakan mengidentifikasi sebagai Muslim sehingga memunculkan Muslim Jepang di Jepang.

Ini adalah kebenaran dan diakui secara universal bahwa apa yang dipikirkan seseorang tentang agama sangat bergantung pada apa yang kita anggap sebagai agama. 

Oleh karena itu, Jepang jelas meningkatkan upaya mereka untuk memperkenalkan lebih banyak toleransi, penerimaan, dan harmoni dalam masyarakat mereka untuk memahami Islam, yang terus menerus disalahpahami oleh dunia.

Sumber: goodmenproject 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement