Selasa 02 Feb 2021 05:45 WIB

Margareta, Mualaf yang Berislam dengan Dukungan Keluarga

Margareta adalah salah satu mualaf yang mendapat dukungan keluarga.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah
Margareta Wiyanda Handoyo bersama suami
Foto: Dok Pribadi
Margareta

Begitu juga dengan ritual adat, Aga tetap hadir untuk menghormati kedua orang tua dan keluarga besarnya, tetapi dia tidak lagi mengikuti ritual adat dan ibadah mereka. 

Selain makanan dan minuman, ibadah yang baru dirasakannya adalah berpuasa. Ibunya yang tidak lagi fanatik justru menyiapkan sahur untuk anaknya. Hanya saja, karena di rumah tidak ada yang berpuasa, ada rasa sungkan sehingga ketika berbuka puasa dia berbuka di rumah calon suaminya.

"Pertama kali berpuasa terasa sekali, lemes tetapi calon suami dan ibu mertua menyemangati saya, dan bersyukur bisa berpuasa selama Ramadhan," tutur dia. 

Aga bersyukur setelah memeluk Islam, mendapat dukungan dari keluarga. Namun, justru tantangan itu datang dari luar. 

Kedua orang tuanya harus menerima cemoohan yang tidak mengenakkan dari luar tentang dirinya. Aga merasa sedih kedua orang tuanya mendapat perlakuan seperti itu.  

Bersyukurnya, mental kedua orang tuanya sangat kuat. Ibunya, terutama, melemparkan cemoohan orang dengan alasan-alasan yang bijak sehingga mereka terdiam dan tak lagi mencemooh mereka. 

Berbeda dengan sikap teman-temannya. Meski kini menjadi Muslim, tak ada sikap yang berubah kepadanya. Mereka tetap berhubungan baik hingga kini.

Pada 2019 Aga kemudian menikah dan memiliki anak. Setelah melahirkan, Aga kemudian memutuskan memakai jilbab. 

Beberapa orang menyindir dia yang belum mengenakan jilbab. Karena memang tidak tahu bahwa jilbab itu wajib untuk wanita Muslim. 

Baru setelah mempelajarinya dan membahas dengan suami, pada 2020, Aga mulai berjilbab. Suaminya sangat mendukung keputusannya begitu juga ibu mertua yang sangat senang menantunya kini berjilbab.  

Kini, Aga perlu lebih banyak waktu untuk mempelajari Islam. Masih banyak ajaran-ajaran Islam yang masih menjadi pertanyaan untuknya. Terutama, tentang diperbolehkannya poligami.

Namun, karena saat ini sedang pandemi, kajian tatap muka harus terhenti. Sehingga Aga hanya mencari informasi dari kajian daring saja.    

 

Selain itu, dari sisi ibadah, setelah pandemi berakhir dan Allah SWT mengizinkan, dia juga ingin melaksanakan umroh atau haji.         

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement