Sabtu 30 Jan 2021 21:01 WIB

Makna Doa Dalam Surat Al-Fatihah

Doa itu tidak hanya berupa permintaan.

Suasana pengajian Kitab Tafsir Jalalain di Masjid Al-Ikhlas Parungbingung, Depok.
Foto: Dok Ponpes Darul Akhyar Parungbingung
Suasana pengajian Kitab Tafsir Jalalain di Masjid Al-Ikhlas Parungbingung, Depok.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Pondok Pesantren Darul Akhyar Parungbingung, Depok  tiap Sabtu pagi menggelar ngaji kitab. Tiap pekan (pekan kesatu sampai pekan keempat) ada kitab masing-masing yang dibahas secara rutin. Tenpatnya di Pondok Pesantren Darul Akhyar.

Khusus pekan kelima, mulai bulan Januari 2021 membahas kitab Tafsir Jalalain. Tempatnya di Masjid Al-Ikhlas Parungbingung -- sekitar 500 meter dari Ponpes Darul Akhyar.

Ngaji kitab itu dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Darul Akhyar Parungbingung, Depok, Dr KH Syamsul Yakin MA. Pada pengajian Sabtu (30/1), pengajian itu membahas Tafsir Jalalain, sSrat Al-Fatihah.

Kitab tafsir itu ditulis oleh dua orang (guru dan murid), yakni Imam Jalaluddin Al-Mahali dan  Imam Jalaluddin Al-Suyuthi.  “Penafsiran Imam Jalaluddin Al-Mahali terhadap Surat Al-Fatihah sarat dengan gramatika bahasa Arab, baik sintaksis maupun morfologis, namun ditulis secara ringkas,” ujar Dr KH Syamsul Yakin.

Ia menambahkan, tafsir yang ditulis oleh dua ulama abad kesembilan hijriyah ini tergolong tafsir yang sesuai dengan pelajar bermadzhab Syafii. Hal itu karena keduanya adalah ulama Syafiiyah.

“Tentang penafsiran Surat  Al-Fatihah, pengarang tampaknya sangat menonjolkan sisi akidah yang fundamental. Di samping menegaskan bahwa sejatinya seluruh isi Al-Fatihah itu adalah doa, baik yang memuji maupun yang meminta. Ayat 1-5 berisi pujian kepada Allah. Ayat 6-7 berisi permintaan kepada Allah,” papar Dr Syamsul Yakin.

Ngaji kitab tiap Sabtu itu diikuti jamaah rutin dari berbagai tempat. Tidak hanya Depok, tapi jua Jakarta, Bogor, Tangerng hingga Bekasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement