Rabu 20 Jan 2021 14:00 WIB

Katib Aam PBNU Harap Dialog Antaragama Berlangsung Jujur

Katib Aam PBNU dijadwalkan tampil di Konferensi Internasional Vatikan

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Yahya Cholil Staquf, dan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, dijadwalkan berbicara sebagai narasumber dalam Konferensi Internasional yang diprakarsai oleh Tahta Suci Vatikan, pekan depan, tanggal 26 hingga 27 Januari 2021.
Foto:

Konferensi ini melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan pemimpin agama dan intelektual dari Timur Tengah, Afrika, Asia, Eropa dan Amerika. Selain Katib ‘Aam PBNU dan Uskup Agung Jakarta, akan tampil antara lain Sekretaris Jenderal Liga Ulama Muhammadiyah Kerajaan Maroko, Syaikh Ahmad Abbadi; Pimpinan Desk Islam di Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama, Msgr. Khaled Akasheh asal Yordania; intelektual Muslim Amerika berdarah Turki yang adalah Senior Fellow pada program studi Islam and Modernity, Cato Intitute, USA, Mustafa Akyol; pendiri the Observatory of Religious Radicalism and Conflict in Africa, Senegal, Prof. Bakary Sambe; dan 27 orang tokoh Internasional lainnya.

“Aktivisme dialog antaragama telah berlangsung puluhan tahun, tapi tidak membuahkan hasil yang berarti dalam perbaikan hubungan antarumat beragama. Konflik agama masih terjadi di mana-mana di seluruh dunia, malah cenderung semakin marak. Hari-hari ini, PBB menempatkan pasukan penjaga perdamaian di 34 titik konflik di seluruh dunia, 26 di antaranya konflik agama,” kata Katib ‘Aam KH Yahya Cholil Staquf, di Jakarta, Rabu (20/1).

Gus Yahya, sapaan akrabnya menyatakan keprihatinannya. Hal itu, jelasnya, dikarenakan dialog yang ada selama ini cenderung tidak jujur dalam melihat masalah, dan berhenti di forum dialog itu sendiri tanpa tindak lanjut di lingkungan komunitas masing-masing agama. 

 

Namun begitu, Gus Yahya mengungkapkan optimisme menyambut Konferensi Vatikan kali ini. “Melihat topik-topik diskusi dan para narasumber yang dijadwalkan, saya optimis ini akan menjadi dialog yang jujur dan mengakui masalah apa adanya, sehingga dapat diharapkan menghasilkan solusi yang nyata. Prinsip paling mendasar adalah bahwa dialog antaragama harus dilakukan dengan jujur," tandasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement