Rabu 13 Jan 2021 06:37 WIB

Jumlah Muslim di Jepang Dua Kali Lipat dalam Satu Dekade

Meningkatnya jumlah umat Islam telah mendorong pembangunan lebih banyak masjid

Rep: Mabruroh/ Red: Esthi Maharani
Tabligh akbar komunitas Muslim di Osaka, Jepang.
Foto: Ist
Tabligh akbar komunitas Muslim di Osaka, Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda, jumlah Muslim di Jepang lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Pada 2010, statistik menunjukkan jumlah jamaah Muslim di Jepang mencapai 110 ribu dan pada akhir 2019, jumlahnya meningkat menjadi 230 ribu, termasuk sebanyak 50 ribu orang Jepang yang memeluk Islam.

Meningkatnya jumlah umat Islam telah mendorong pembangunan lebih banyak masjid, tempat sholat, dan restoran makanan halal di seluruh negeri.

Menurut seorang profesor di Ritsumeikan Asia-Pacific University (APU) dan ketua Beppu Muslim Association (BMA), Muhammad Tahir Abbas Khan, saat ini, Jepang memiliki 110 masjid untuk menampung jamaah Muslim. Kendati demikian, nampaknya bagi muslim di Jepang masih harus berjuang untuk menemukan tempat peristirahatan terakhir mereka. Sekitar 99 persen orang Jepang dikremasi, sebuah praktik yang dilarang dalam Islam.

"Jika saya mati hari ini, saya tidak tahu di mana saya akan dikuburkan," keluh Khan, dilansir dari About Islam, Selasa (12/1).

BMA mulai mencari lahan pemakaman baru hampir satu dekade lalu, dengan mengumpulkan 60m-70m yen (582 ribu dolar sampai 679 ribu solar AS atau setara Rp 8,2 miliar sampai Rp 9,6 miliar). Saat kontruksi akan dimulai, penduduk dusun terdekat menolak dan menyuarakan kekhawatiran mereka atas pasokan air.

"Kami tidak akan bisa minum air dengan nyaman," kata Eto Kiyotaka, yang memprakarsai petisi menentang pemakaman.

Terlepas dari kekhawatiran ini, Khan mengatakan Jepang adalah tempat yang bagus untuk hidup. Karenanya ia mencoba untuk berintegrasi.

“Kami menganggap Jepang sebagai negara asal kami," ungkap Khan.

Islam dimulai di Jepang pada 1920-an melalui imigrasi beberapa ratus Muslim Turki dari Rusia setelah revolusi Rusia. Pada 1930, jumlah pemeluk Islam di Jepang mencapai sekitar 1000 orang yang berbeda asal.

Gelombang migran lain yang meningkatkan populasi Muslim mencapai puncaknya pada 1980, bersama dengan pekerja migran dari Iran, Pakistan, dan Bangladesh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement