Kamis 15 Oct 2020 13:49 WIB

Alquran Kisahkan Orang Tua Tetap Sayang Meski Anak Salah

Alquran menyebutkan kisah Nabi Yaqub yang sayang anak-anaknya.

Alquran menyebutkan kisah Nabi Yaqub yang sayang anak-anaknya. Orang tua dan anak-anaknya (ilustrasi).
Foto: Istimewa
Alquran menyebutkan kisah Nabi Yaqub yang sayang anak-anaknya. Orang tua dan anak-anaknya (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setiap umat Islam diajarkan wajib berbakti kepada kedua orang tuanya, terutama ibu. Perilaku durhaka kepada orang tua akan menyebabkan kemurkaan Allah.

Dalam buku Dahsyatnya Doa Ibu oleh Ustad Syamsuddin Noor dijelaskan jika anak mendapat kebahagiaan hati ayah dan ibunya, akan turun rahmat Allah SWT kepadanya. Perasaan ini seharusnya sudah tertanam dalam diri anak dan merupakan fitrah bagi anak maupun ibu.

Baca Juga

Untuk lebih memahami perasaan tersebut, bisa dilihat dalam kasus anak-anak Nabi Yaqub AS yang disebutkan dalam surat Yusuf ayat 97 dan 98.

قَالُوْا يٰٓاَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَآ اِنَّا كُنَّا خٰطِـِٕيْنَ قَالَ سَوْفَ اَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّيْ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

qālụ yā abānastagfir lanā żunụbanā innā kunnā khāṭi`īn. qāla saufa astagfiru lakum rabbī, innahụ huwal-gafụrur-raḥīm

Artinya : “Mereka berkata, “Wahai ayah kami, mohonkanlah ampunan untuk kami atas dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa).” Dia (Yaqub) berkata, “Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Mahapengampun, Mahapenyayang.”

Dari ayat tersebut dilihat anak-anak Nabi Yaqub AS telah durhaka kepadanya, kepada Allah, dan Yusuf. Mereka telah berbohong dengan menipu ayahnya bahwa Yusuf telah meninggal diserang serigala. Berbuat bohong kepada ayahnya dan Allah adalah dosa. Namun, akhirnya mereka menyadari kesalahannya lalu memohon ampun kepada Nabi Yaqub AS dan Allah.

Allah ceritakan kisah ini di dalam Alquran tidak hanya menyebutkan sesuatu yang khusus yang terjadi pada keluarga Nabi Yaqub AS saja. Namun, Allah mengajarkan nanti pada generasi selanjutnya akan terjadi kasus yang sama.

Kasus yang terjadi pada anak-anak Nabi Yaqub hanya menjadi cermin dari jiwa bagi setiap anak mereka secara fitrah sangatlah mengharapkan orang tua mereka agar membantu mereka demi memperoleh kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement