Senin 31 Aug 2020 09:58 WIB

PPPA Daarul Qur'an Gelar Khataman Akbar

Khataman akbar dan doa bersama dilaksakan oleh rumah tahfidz di seluruh Indonesia.

 Khataman akbar dan doa bersama dilaksakan oleh rumah tahfidz di seluruh Indonesia.
Foto: Dok PPPA Daarul Quran.
Khataman akbar dan doa bersama dilaksakan oleh rumah tahfidz di seluruh Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laznas PPPA Daarul Qur'an menggelar kajian online spesial 10 Muharram 1441 H, atau Sabtu (29/8), dengan khataman akbar, doa dan buka puasa bersama santri penghafal Qur'an. Acara ini diikuti juga oleh ribuan santri rumah tahfidz dari seluruh Indonesia secara daring.

Momen 10 Muharram memang dikenal dengan Idul Yatama atau Hari Raya Anak-anak Yatim. Maka, pada hari ini pun sangat dianjurkan untuk menyantuni anak-anak yatim. Selain itu, umat muslim juga dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Asyuro.

Baca Juga

Khataman akbar dan doa bersama dilaksakan oleh rumah tahfidz di seluruh Indonesia. Terhitung ada 23 koordinator daerah rumah tahfidz dan rumah tahfiz lainnya di bawah naungan mereka yang mengikuti acara ini. Selain itu, dari data yang sudah diterima Rumah Tahfidz Center, saat ini terdapat lebih dari 1.300 rumah tahfidz di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Rumah Tahfidz Center, Ustadz Agus Jumadi dalam acara tersebut. "Saat ini, alhamdulillah sudah 1.300 lebih rumah tahfidz yang sudah didata, dengan adanya rumah tahfidz Indonesia jadi penuh berkah karena Qur'an jadi pedoman. Ketika Qur'an jadi tuntunan InsyaAllah Allah bukakan kenerkahan kepada kita," tuturnya.

Acara kali ini lebih istimewa karena dihadiri oleh tamu spesial yakni Arzeti Bilbina. Seperti yang dikenal bersama, ia adalah adalah seorang peragawati, model, bintang film, sinetron dan presenter terkenal di tanah air. Namun, siapa sangka, Arzeti juga kabarnya memiliki rumah tahfidz atau tempat belajar mengaji yang sudah lama ia dirikan.

Oleh sebab itu, Arzeti nampak tidak canggung tatkala menyapa santri-santri rumah tahfidz yang sudah menunggunya di kajian online tersebut. "Assalamu'alaikum, anak-anakku, apa kabar? MasyaAllah, seneng rasanya, semoga sehat semua ya," sapanya dalam acara tersebut.

Arzeti pun sempat menceritakan pengalaman hijrahnya. Menurutnya, hijrah merupakan perubahan sikap, ucapan, dan semua perilaku seseorang menjadi lebih baik. Karena hijrah berarti meninggalkan hal-hal buruk dan bersegera menuju kebaikan.

"Hijrah itu berani, berani bersikap dan perasaan yang lebih baik lagi," ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi gerakan masif yang dilakukan oleh Laznas PPPA Daarul Qur'an terutama dalam melahirkan para penghafal Qur'an melalui jaringan rumah tahfidz yang kini sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

"Saya berterima kasih karena sekarang banyak orang yang mau membiasakan anak-anak kita belajar Al-Qur'an, buat anak-anakku, teruslah belajar mengaji karena kalian pembuka pintu surga bagi orang tua," pesan Arzetti kepada peserta kajian dan khususnya santri rumah tahfidz.

Sementara itu, Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur'an, Abdul Ghofur mengucapkan terima kasih kepada seluruh santri yang hari ini bersemangat melangsungkan khataman akbar. Ia berharap, dari khataman dan doa bersama tersebut membawa Indonesia menjadi negeri yang berkah. Terutama agar Allah bebaskan dari wabah Covid-19.

"Di momen yang baik ini, mari sama-sama kita jaga niat baik kita, dan jangan lupa untuk mendoakan guru-guru dan keluarga, kemudian lengkapi dengan berbagi, terutama kepada anak-anak yatim," ujar Ghofur.

Dalam acara ini pun dilaksanakan penyerahan bingkisan kepada santri yatim secara simbolis oleh PPPA Daarul Qur'an Palembang. Namanya Alip, santri yatim yang langsung ditemui di rumahnya.

Kini Alip hanya hidup bersama ibunya yang seorang penjahit setelah ayah tercintanya wafat sekitar enam tahun lalu. Ia diberikan tas, starter pack dan bingkisan lainnya. Kepada peserta kajian pun ia mengungkapkan rasa senangnya karena telah mendapatkan bingkisan tersebut.

Acara pun ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dewan Syariah Daarul Qur'an, KH. Ahmad Kosasih. Dalam doanya, terselip harapan agar Indonesia segera Allah bebaskan dari wabah Covid-19. Selain itu juga agar para santri penghafal Qur'an di seluruh Indonesia dapat lebih bersemangat dalam menghafal Qur'an sehingga mereka kelak menjadi penerus bangsa yang hafal Qur'an.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement