Kamis 13 Aug 2020 22:09 WIB

NU Solo Raya Dukung Polisi Tindak Tegas Pelaku Intoleran

NU Solo Raya meminta polisi usut tuntas insiden intoleran di Solo.

NU Solo Raya meminta polisi usut tuntas insiden intoleran di Solo.(ilustrasi) logo nahdlatul ulama
Foto: tangkapan layar wikipedia
NU Solo Raya meminta polisi usut tuntas insiden intoleran di Solo.(ilustrasi) logo nahdlatul ulama

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO—  Para ulama, kiai, dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Solo Raya mendukung aparat penegak hukum atau Polri untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku anarki baik perseorangan maupun kelompok intoleran yang terjadi di Kampung Metodranan Semanggi, Pasar Kliwon Solo, Jateng.

Hal ini, dilakukan Polri demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, tentram, kata Ketua NU Sukoharjo Abdullah Faishol yang juga sebagai koordinator NU Solo Raya, saat acara silaturahim di Mapolreta Surakarta, Kamis (13/8).

Baca Juga

Abdullah Faisholmengatakan aksi pengeroyokan pada upacara adat midodareni atau doa jelang pernikahan di Kampung Metodranan Semanggi, Solo patutdisesalkan. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (8/8), oleh sekelompok orang yang menimbulkan korban, rata takut, dan kerusakan materi menimbulkan keprihatinan bersama.

Oleh karena itu, para ulama, dan kiai NU Solo Raya menyatakan sikap mengecam keras segala bentuk tindakan anarki, kekerasan dan main hakim sendiri dengan dalih agama yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan syariat Agama Islam.

Menurut Abdullah, syariat Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menghargai perbedaan sebagai perwujudan Islam "rahmatan lil alamin".

"Kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku dan aktor intelektual dibalik aksi kekerasan tersebut dengan seberat-beratnya berdasarkan hukum yang berlaku, dan tidak melakukan pembiaran," katanya.

Pihaknya juga meminta Polri untuk melakukan tindakan preventif dan antisipatif, serta melindungi terhadap warga masyarakat yang mendapatkan ancaman dari kelompok kelompok anarki.

"Kami meminta Polri untuk membubarkan setiap kegiatan kelompok intoleran, radikal, dan teroris yang mengancam terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Selain itu, pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat Solo Raya agar menciptakan iklim kehidupan yang toleran dan damai sebagai perwujudan Bhineka Tunggal Ika dengan berdasarkan Panasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kepala Polres Kota Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjutak, mengapresiasi para Kiai, Ulama, dan Pengurus NU Cabang Solo Raya yang datang ke Mapolresta Surakarta memberikan dukungan kepada Polri khususnya Polresta Surakarta yang sedang melaksanakan tugas proses hukum terhadap kasus aksi kekerasan dari kelompok intoleran yang terjadi di Pasar Kliwon Solo beberapa waktu lalu.

Menurut Kapolres kejadian tersebut yang menyebabkan tiga orang warga mengalami luka-luka, dan sejumlah barang mengalami kerusakan.

Menurut Kapolres dukungan yang diberikan ulama dan kiai serta para pengurus NU Cabang Solo Raya akan dijadikan motivasi bagi seluruh aparat penegak hukum untuk menindak secara tegas dalam kolidor hukum yang berlaku terhadap segala bentuk aksi-aksi intoleran dan kekerasan atau premanisme yang mencederai kehidupan kerukunan beragama dan bermasyarakat.

"Kami berharap ke depan segenap elemen masyarakat bersama kepolisian, unsur TNI dan Pemerintah Kota Surakarta bisa bersama-sama bergandengan tangan menciptakan iklim yang kondusif bagi berjalannya roda kehidupan dan perekonomian di Kota Solo," katanya.  

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement