Sabtu 04 Jul 2020 00:50 WIB

Modul Moderasi Beragama Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru

Modul moderasi beragama siap digunakan dari jenjang RA hingga aliyah.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah
Modul moderasi beragama siap digunakan dari jenjang RA hingga aliyah.  Ilustrasi siswa madrasah.
Foto: Republika/Agung Supri
Modul moderasi beragama siap digunakan dari jenjang RA hingga aliyah. Ilustrasi siswa madrasah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) telah menyelesaikan penyusunan modul Moderasi Beragama untuk siswa madrasah. 

Modul ini sudah terbit dengan tajuk "Membangun Karakter Moderat: Modul Penguatan Nilai Moderasi Beragama pada RA-MI dan MTs-MA."

Baca Juga

"Modul Moderasi Beragama untuk siswa RA dan madrasah siap digunakan tahun ajaran ini yang akan dimulai pada 13 Juli 2020," ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, A Umar, dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Jumat (3/7).

Menurut Umar, modul ini hadir sebagai panduan guru dalam memperkuat karakter moderat siswa. Pengetahuan nilai moderasi yang terinternalisasi dan mewujud dalam sikap dan karakter siswa penting dikenalkan sejak dini dengan tujuan merawat kebhinekaan Indonesia. 

Secara kelembagaan, hadirnya buku ini merupakan upaya memperkuat karakter madrasah menjadi hebat dan bermartabat. 

Secara substansi kehadirannya diharap meningkatkan kualitas peserta didik madrasah, agar tidak hanya memiliki ilmu dan pengetahuan yang mumpuni, tetapi juga berkarakter moderat dengan wawasan kebangsaan yang kuat.

Buku ini disusun bersama oleh para akademisi Pusat Kajian dan Pengembangan Pesantren Nusantara (PKPPN)-IAIN Surakarta dan guru-guru.

"Penggabungan antara pengetahuan dan langkah-langkah praktis terkait penguatan moderasi beragama ini diharapkan menghasilkan modul yang efektif dan terukur," ujar Umar.

Dengan demikian, generasi yang nantinya dihasilkan madrasah bukan semata insan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual. Generasi yang tidak hanya hebat dan cerdas, tetapi juga bermartabat serta santun dalam menyikapi dinamika kehidupan.

Hal senada juga disampaikan Direktur PKPPN-IAIN Surakarta, M Zainal Anwar. Menurutnya, modul ini dapat menjadi instrumen pembelajaran generasi muda Indonesia agar memiliki karakter moderat dan bermental kuat, tidak mudah menyerah dan optimis menghadapi tantangan zaman.

Dalam modul ini, terdapat beberapa topik yang menjadi elemen pokok dari moderasi beragam. Yaitu, pembangunan karakter moderat, pengenalan kebangsaan, berlaku adil terhadap sesama, menjaga dan menjalin persaudaraan, bersikap santun dan bijak, serta menjadi pribadi inovatif, kreatif, dan mandiri. 

Topik-topik ini ditulis dengan menyesuaikan sasaran, yakni level RA-MI dan level MTs-MA. Tema-tema yang diangkat, tidak hanya berkutat pada aspek keagamaan, tapi juga nilai-nilai kebangsaan.

"Hal ini sejalan dengan visi revolusi mental pemerintah, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024," ujar Zainal Anwar. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement