Rabu 22 Apr 2020 16:33 WIB

Annaba Center, Sandaran Bagi Mualaf yang Tersingkir

Pesantren Mualaf Annaba Center membina dan menampung mualaf secara gratis.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ani Nursalikah
Annaba Center, Sandaran Bagi Mualaf yang Tersingkir. Proses bersyahadat yang dibimbing Ustadz Syamsul Arifin Nababan di Pesantren Mualaf Annaba Center.

Selanjutnya, mereka berkewajiban menyebarkan Islam di kampung halaman masing-masing. Kemudian ada sekitar 100 mualaf non-mukim yang belajar di Pesantren cabang Annaba Center di Nusa Tenggara Timur (NTT).

KH Nababan menceritakan selama ini sulit memastikan berapa banyak jumlah mualaf per bulan. Sebab Islam bukan agama yang didagangkan kesana kemari dengan sederet target mualaf.

KH Nababan hanya berusaha berdakwah lalu membiarkan hidayah datang dengan sendirinya pada siapa saja. Tak ada bulan khusus dimana calon mualaf ramai-ramai mengucapkan dua kalimat syahadat.

Selain itu, alasan seseorang menjadi Muslim pun bermacam-macam. Nababan menceritakan ada yang tertarik dengan Islam setelah menyimak kajian di media sosial. Ada pula yang berminat setelah menyaksikan rekannya atau keluarganya mengalami perubahan hidup lebih positif ketika memutuskan masuk Islam.

"Nggak bisa ditebak berapa orang, kadang banyak enam-tujuh atau bisa cuma satu saja tiap bulan. Nggak tentu juga bulan apanya. Tergantung kegiatan dakwah untuk menggencarkan orang dapat hidayah," ujar KH Nababan.

Metode dakwah yang diterapkan Annaba Center tak hanya menggunakan cara konvensional seperti safari dari masjid ke masjid atau permukiman ke permukiman. Tapi Annaba Center juga memakai sarana modern seperti media sosial dan Youtube sebagai penarik minat calon mualaf.

"Kalau di kita, ada Youtube, bisa belajar dan interaksi disana lewat kolom komentar. Ada layanan di Instagram untuk konsultasi mualaf dan calon mualaf. Mungkin saja ada juga grup Whatsapp secara individu, bukan secara resmi mewakili lembaga," ujar Nababan.

Annaba Center juga lebih banyak menerapkan Islam sebagai agama yang peduli pada isu aktual di suatu wilayah. Annaba Center berusaha tampil di garda depan ketika suatu kelompok masyarakat dilanda masalah. Kehadiran Annaba Center lantas menjadi citra baik Islam untuk menarik minat mualaf.

"Di NTT saya gencarkan dakwah, gerakan dakwah kita disana berusaha menyentuh hati mereka dengan gerakan sosial kemasyarakatan dibanding bicara saja. Misalnya bikin saluran air di daerah miskin, dari situ mereka melihat Islam," ujarnya.

Hingga saat ini, ratusan orang sudah masuk Islam lewat Annaba Center. Bagi siapa saja yang ingin masuk Islam, Annaba Center membuka pintu lebar-lebar.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement