REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Namanya Sukamto (56). Usianya memang tak lagi muda, tapi jiwa sosialnya begitu tinggi. Ia adalah salah satu relawan Kampung Bersih (Kasih) yang siap beraksi melakukan pencegahan penyebaran virus corona dengan melakukan penyemprotan disinfektan di SD Daarul Qur’an Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/3).
Baginya usia tua harus membuatnya justru bisa memberikan kontribusi lebih, berbuat kebaikan, beramal, dan semakin bermanfaat untuk umat. Kegigihan Pak Sukamto menggugah para relawan yang lebih muda semakin semangat turut andil dalam aksi ini.
"Kalau harta saya tidak punya, ya minimal selagi saya masih diberi umur panjang saya sedekahkan tenaga yang saya punya saat ini untuk memberi manfaat ke orang lain,” ujar Sukamto seusai melangsungkan aksi penyemprotan disinfektan di sejumlah lokasi di Semarang.
Bukan hal yang mudah bagi Sukamto dan para relawan lainnya saat beraksi melakukan pencegahan, karena mereka harus bersahabat dengan zat-zat kimia kala penyemprotan disinfektan berlangsung. Namun, hal itu tetap mereka lakukan demi keselamatan bersama agar Indonesia bebas dari virus corona.
Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an Abdul Ghofur mengaku prihatin dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang terjangkit wabah tersebut setiap harinya. Karena itu penyemprotan disinfektan menjadi salah satu ikhtiar lembaganya untuk melakukan pencegahan sebaran covid-19.
Sejak awal Maret tutur Ghofur, aksi ini telah dilakukan di berbagai daerah. Mulai dari Jakarta, Tangerang, Cirebon, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, Makassar dan sejumlah wilayah lainnya. Kegiatan ini berlangsung di rumah-rumah tahfidz, pesantren, sekolah, tempat ibadah dan fasilitas umum yang rentan terkena wabah covid-19.