Ahad 08 Mar 2020 12:35 WIB

Menag Puji Kepedulian Muslim Indonesia Terhadap Muslim India

Menag Fachrul Razi mengapresiasi kepedulian dan perhatian Muslim Indonesia

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Christiyaningsih
Menag Fachrul Razi mengapresiasi kepedulian dan perhatian Muslim Indonesia. Ilustrasi.
Foto: Republika/Prayogi
Menag Fachrul Razi mengapresiasi kepedulian dan perhatian Muslim Indonesia. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengapresiasi kepedulian dan perhatian Muslim Indonesia kepada umat Islam di India. Sebelumnya Muslim Indonesia telah menyuarakan kepeduliannya terhadap nasib umat Islam di India yang sedang dizalimi dengan cara berdoa bersama, mengecam, dan berunjuk rasa.

"Saya sangat mengapresiasi rasa keprihatinan dan kepedulian yang telah ditunjukkan. Kekerasan oknum, apalagi dengan mengatasnamakan agama, tidak bisa dibenarkan, kapan pun dan di mana pun," kata Menag melalui siaran pers yang diterima Republika, Ahad (8/3).

Baca Juga

Menag menegaskan tidak ada ajaran agama manapun yang membenarkan tindakan kekerasan apapun motifnya. Memuliakan nilai kemanusiaan adalah esensi ajaran semua agama.

Menurutnya, aspirasi yang disuarakan Muslim Indonesia terus dikomunikasikan pemerintah melalui jalur diplomasi. Komunikasi dengan pihak kedutaan India di Indonesia maupun dengan pemerintah di India terus dilakukan oleh pemerintah.

"Tujuannya untuk mencari solusi terbaik atas kehidupan beragama di sana, tanpa mencampuri urusan dalam negeri India," ujarnya.

Menag juga minta agar umat Islam Indonesia tidak terprovokasi melakukan tindakan anarki dalam beragam bentuknya termasuk sweeping. Anarkisme bukanlah nilai-nilai Indonesia dan bukan nilai-nilai Islam.

Ia mengingatkan masyarakat Indonesia dikenal dunia sebagai umat yang toleran, rukun, dan cinta damai. Ia mengajak untuk mengedepankan jalur hukum dan komunikasi diplomatik agar masalah yang dihadapi umat Islam di India bisa diselesaikan dengan baik.

"Mencegah kemungkaran adalah hal baik. Tapi itu harus dilakukan dengan cara yang makruf atau baik, agar tidak memunculkan kemungkaran yang lebih besar. Kedepankan diplomasi dan jangan anarki," katanya.

Menag meyakini tindakan kekerasan oleh sekelompok umat Hindu di India tidak menggambarkan ajaran agama Hindu sendiri, melainkan akibat adanya pemahaman ekstrem sebagian umat Hindu atas ajaran agamanya. Menag berharap para tokoh agama mengambil peran dalam mengarahkan umat dalam menyikapi persoalan ini sesuai nilai kedamaian, toleransi, dan keadilan hukum.

"Kita doakan para korban, dan kita berharap kehidupan beragama di India kembali kondusif,” kata Menag.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement