Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Dinkes Sumut Bantah Kota Medan Zona Kuning Virus Corona

Sabtu 29 Feb 2020 02:00 WIB

Rep: Rahma sulastyo / Red: Andi Nur Aminah

Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona di sebuah rumah sakit (ilustrasi)

Seorang perawat memeriksa kondisi pasien corona di sebuah rumah sakit (ilustrasi)

Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP
Warga diminta tidak mempercayai berita soal Virus Corona kecuali dari pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Dinas Kesehatan Sumut menegaskan bahwa pesan berantai yang menyebutkan enam kota di Indonesia yakni Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, Bali dan Manado merupakan zona kuning virus vorona merupakan berita bohong (hoaks). "Kementerian Kesehatan membantah pernyataan itu. Artinya itu berita hoaks," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan di Medan, Jumat (28/2).

Baca Juga

Melalui Sekretaris Dinkes Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Alwi menyebutkan, Sumut dan bahkan secara nasional Indonesia masih aman dari serangan Virus Corona. "Masyarakat diminta tidak mempercayai berita soal Virus Corona kecuali dari pemerintah," katanya.

Dalam pesan berantai yang menyebar, pernyataan soal enam kota yang merupakan zona kuning Virus Corona itu disebutkan bersumber dari Kemenkes. Dalam pesan itu diimbau agar masyarakat menyediakan masker di rumah dan hand sanitizer, serta mengusahakan untuk jangan dulu dari tempat-tempat umum dan traveling.

Anggota Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (PINERE) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dr Restuti Hidayani Saragih, juga menegaskan bahwa sampai saat ini Kemenkes RI tidak ada mengeluarkan peringatan terkait COVID-19. "Itu pesan hoaks. Pemerintah sendiri terus memantau dan bersiaga dengan Virus Corona yang sudah menyebar ke berbagai negara," ujarnya.

PIC Tim PINERE RSUP Haji Adam Malik, dr Ade Rahmaini juga menegaskanbelum ada satupun konfirmasi pasien COVID-19 di Sumut. "Pemerintah terus bersiaga dan masyarakat juga diminta siaga, mewaspadai dan berkoordinasi soal perkembangan tentang Virus Corona," ujarnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA