Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Survei: 48 Persen Siswa Muslim di Amerika Alami Perundungan

Kamis 27 Feb 2020 21:45 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Nashih Nashrullah

Siswa Muslim di AS kerap mendapat perlakuan negatif. Bendera Amerika.

Siswa Muslim di AS kerap mendapat perlakuan negatif. Bendera Amerika.

Foto: EPA
Siswa Muslim di AS kerap mendapat perlakuan negatif.

REPUBLIKA.CO.ID, DALLAS – The Texas chapter of the Council on American-Islamic Relations in Dallas Fort-Worth (CAIR-DFW), merilis sebuah laporan Islamofobia di ruang kelas dan dampak diskriminasi terhadap siswa Muslim.

Baca Juga

Dilansir di cair.com, Rabu (26/2) laporan tersebut menunjukkan bahwa 48 persen responden mengatakan mereka mengalami intimidasi. Laporan CAIR-DFW meneliti bagaimana perasaan siswa Muslim tentang lingkungan sekolah mereka, mengidentifikasi Muslim dan tingkat pengalaman intimidasi dan pelecehan yang dialami siswa.

Survei anonim melibatkan 321 siswa yang tinggal di Dallas Fort-Worth Metroplex. Partisipan berusia antara 11 dan 18 tahun.  

Mereka mensurvei siswa Muslim Amerika yang bersekolah di sekolah negeri atau swasta (bukan Islam). Direktur Eksekutif CAIR-DFW, Faizan Syed, mengatakan siswa Muslim Amerika, seperti semua siswa lainnya, harus diberi kesempatan untuk berkembang di lingkungan belajar mereka. 

"Penindasan merusak lingkungan itu dan perasaan inklusi. Survei ini adalah langkah pertama dalam mengumpulkan data keras yang dapat digunakan oleh orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat untuk mengatasi masalah ini,"jelas dia. 

Sementara itu penelitian ini juga melaporkan 42 persen siswa pernah mendapatkan pernyataan dan posting ofensif tentang Islam dan Muslim secara daring. Sebanyak 25 persen siswa hampir tidak menjawab bahwa mereka merasa diterima dan dihormati di sekolah.

Sedangkan siswa perempuan sebanyak 15 persen melaporkan jilbabnya ditarik, ditarik, atau bentuk sentuhan ofensif lainnya. Sebanyak 18 persen diintimidasi oleh seorang guru, administrator atau pejabat lainnya. 

Sebanyak 23 persen dilaporkan menjadi korban cyberbullying dan 41 persen siswa Muslim tidak nyaman terlibat dalam diskusi kelas tentang Islam dan Muslim.  

Laporan tersebut menawarkan rekomendasi untuk pendidik, orang tua, siswa, dan anggota parlemen diantaranya melakukan penilaian dimana semua anggota komunitas sekolah, termasuk guru, siswa, penasihat, pelatih dan orang tua disurvei dan menanyakan pandangan mereka tentang Muslim dan Islam. 

Mereka juga diminta melaporkan setiap kasus pelecehan dan pelecehan diskriminatif, mewajibkan negara itu melaporkan data tentang penindasan dan pelecehan kepada Departemen Pendidikan AS. 

CAIR-DFW berupaya memperluas cakupan survei ini untuk memasukkan siswa Muslim Amerika di seluruh negara bagian pada 2021. Misi CAIR adalah untuk melindungi hak-hak sipil, meningkatkan pemahaman tentang Islam, meningkatkan keadilan, dan memberdayakan Muslim Amerika. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA