Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

KUII Ingin Mewujudkan Indonesia Maju, Adil dan Beradab

Kamis 27 Feb 2020 08:00 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

KUII Ingin Mewujudkan Indonesia Maju, Adil dan Beradab. Foto:  Wakil Presiden RI yang juga Ketua Umum MUI, KH. Ma

KUII Ingin Mewujudkan Indonesia Maju, Adil dan Beradab. Foto: Wakil Presiden RI yang juga Ketua Umum MUI, KH. Ma

Foto: Republika/Putra M. Akbar
KUII ingin merumuskan strategi perjuangan umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID,PANGKAL PINANG -- Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII mengusung tema 'Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia Dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil dan Beradab'. KUII diselenggarakan di Hotel Novotel, Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada 26-29 Februari 2020.

"Tujuan utama KUII mengingatkan kembali umat Islam Indonesia bahwa kita walau berbeda ormas, berbeda sudut pandang, tapi kita tetap bersatu mempertahankan kedaulatan negara Indonesia," kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhyiddin Junaidi kepada Republika di KUII, Rabu (26/2) malam. 

KH Muhyiddin mengatakan, melalui KUII juga ingin meneguhkan kembali komitmen umat Islam Indonesia yang menjadikan Indonesia sebagai negara kesatuan. KUII juga digelar untuk memperteguh komitmen menjadikan Indonesia sebagai negara yang menerapkan Islam moderat dan Rahmatan lil alamin.

Ia menegaskan, tema KUII termasuk tujuan dari KUII juga. Jadi dalam KUII akan membahas strategi umat Islam Indonesia dalam menciptakan negara yang maju, adil, beradab dan makmur. Strategi itu akan disiapkan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, filantropi dan pendidikan.

Diselenggarakannya KUII juga bertujuan mewujudkan kualitas umat terbaik dalam aspek politik, ekonomi, hukum, pendidikan, dan kehidupan beragama dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta dunia. KUII juga dilaksanakan sebagai wujud pengamalan Islam Wasathiyyah yang menjadi rahmat bagi seluruh alam

Ketua Steering Committee (SC) KUII VII, Buya Anwar Abbas menyampaikan bahwa tujuan KUII secara khusus untuk kembali meneguhkan kiblat bangsa. Sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa yang termaktub dalam pembukaan atau mukaddimah dan pasal-pasal UUD 1945 serta ajaran Islam.

Di KUII ini, ia menyampaikan, MUI ingin merumuskan rancangan dan strategi untuk memaksimalkan peran umat Islam dalam berbagai bidang kehidupan. Khususnya di bidang ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan kebudayaan. MUI juga ingin mewujudkan peran terbaik umat Islam dalam menjaga keluhuran agama dan mengelola negara.

Pada KUII VII ini targetnya bisa menguatkan harmoni umat Islam Indonesia dalam mengawal kiblat bangsa. Sehingga ke depannya arah pembangunan nasional senantiasa sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. MUI dalam kegiatan ini juga menargetkan semakin solidnya peran umat Islam lintas sektoral dalam mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.

"MUI menargetkan tersusunnya strategi perjuangan umat Islam Indonesia yang terbaik, seiring dengan perkembangan zaman era digital yang ditandai dengan realita disrupsi dan pergeseran norma," ujar Buya Anwar.

Ketua Organizing Committee (OC) KUII VII Ustaz Zaitun Rasmin menambahkan, melalui KUII ingin meneguhkan kembali ideologi Pancasila agar dipahami dengan semestinya. Supaya Pancasila dijalankan secara benar dan konsekuen.

"KUII ini ingin meneguhkan kembali ideologi Pancasila agar dipahami dengan semestinya serta dijalankan secara benar dan konsekuen," kata Ustaz Zaitun kepada Republika, Selasa (25/2) malam.

Pembukaan KUII diawali dengan silaturrahim dan taaruf di Rumah Dinas Gubernur Bangka Belitung pada Rabu (26/2) sore menjelang pembukaan KUII. Silaturrahim ini dihadiri panitia KUII, MUI, Wantim MUI, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, duta besar negara sahabat dan peserta KUII.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin membuka acara KUII. Gubernur Erzaldi juga menghadiri pembukaan KUII. Acara pembukaan KUII selain dihadiri oleh para peserta juga dihadiri duta-duta besar negara sahabat. 

Peserta KUII terdiri dari ulama, tokoh bangsa, tokoh agama, zuama pemerintahan, ormas Islam, cendekiawan, pengusaha, utusan partai politik dan lain sebagainya. Di KUII akan membahas politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hukum, kehidupan beragama, Islam wasthiyah, filantropi Islam, media dan yang lainnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA