Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Ini Sahabat Nabi Muhammad dari Kalangan Non-Arab (2)

Kamis 27 Feb 2020 00:01 WIB

Red: Muhammad Hafil

Ini Sahabat Nabi Muhammad dari Kalangan Non-Arab. Foto: Sahabat Nabi (Ilustrasi)

Ini Sahabat Nabi Muhammad dari Kalangan Non-Arab. Foto: Sahabat Nabi (Ilustrasi)

Foto: Dok Republika.co.id
Ada tiga sahabat Nabi Muhammad dari kalangan non-Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Pada saat Islam mulai berkembang di Makkah, berbagai gangguan kafir Quraisy kepada pemeluk Islam datang silih berganti. Namun demikian, hal itu tak menyurutkan niat orang-orang yang hatinya senantiasa dipenuhi hidayah Allah. Mereka tak takut dengan ancaman kafir Quraisy kendati harus menyerahkan nyawanya demi mempertahankan akidah dan keimanan kepada Allah.

Selain sahabat-sahabat Rasulullah yang berasal dari bangsa Arab, terdapat pula sejumlah sahabat yang berasal dari non-Arab (Ajam). Dalam buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah, disebutkan ada tiga orang sahabat yang berasal dari kalangan non-Arab. Mereka adalah:

Baca Juga


Salman Al Farizi

Nama lengkapnya adalah Mabah bin Budzkhasyan bin Mousilan bin Bahbudzan bin Fairuz bin Sahrk Al-Isfahani dari Isfahan (Persia). Namun, ia lebih dikenal dengan nama Salman Al-Farisi. Nama panggilannya adalah Abu Abdillah dan digelari dengan Salman Al-Khair.

Salman adalah sosok sahabat yang terkenal memiliki ide-ide brilian, memiliki tubuh yang kuat, dan pandai dalam ilmu-ilmu syariat. Ia pernah menjadi penjaga api di kuil tempat pemujaan orang-orang Persia.

Sebelum Islam datang, Salman memeluk agama Nasrani karena ia terpikat dengan model sembahyang mereka. Atas saran seorang uskup yang ditemuinya di Mosul, Salman pergi menemui Rasulullah yang saat itu sudah hijrah ke Madinah.

Sang uskup mengabarkan kedatangan seorang nabi akhir zaman. Ia berpesan agar Salman mengikuti nabi tersebut dan nabi itu akan hijrah ke sebuah daerah yang banyak ditumbuhi pohon kurma dan daerahnya diapit dua bidang tanah yang berbatu hitam. Nabi itu tidak mau makan dari sedekah dan terdapat tanda kenabian di pundaknya.

Saat berjumpa dengan Nabi SAW, Salman melihat semua ciri-ciri tersebut. Maka, ia pun mengikrarkan diri masuk Islam.

Setelah masuk Islam, Salman rajin melaksanakan ibadah kepada Allah dan senantiasa mengiringi perjuangan Nabi SAW. Ia ikut serta dalam perang Khandaq (parit). Salman-lah orang yang mengusulkan untuk menggali parit berdasarkan pengalamannya dalam peperangan di Persia. Orang-orang Arab takjub dengan usulan Salman untuk menggali parit tersebut.

Nabi bersabda, ''Surga merindukan tiga orang, yakni Ali bin Abi Thalib, Ammar bin Yasir, dan Salman Al-Farisi.''

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA