Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Prof Haedar: Kongres Umat Islam Indonesia Momentum Baik

Selasa 25 Feb 2020 19:27 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Fakhruddin

Prof Haedar: Kongres Umat Islam Indonesia momentum baik. Foto: Ketua Umum PP Muhammadiyah - Haedar Nashir

Prof Haedar: Kongres Umat Islam Indonesia momentum baik. Foto: Ketua Umum PP Muhammadiyah - Haedar Nashir

Foto: Republika/ Wihdan
Umat Islam jangan merasa terasing dan terpinggirkan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir mengatakan, Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII momentum baik untuk mengakselerasi dan melakukan transformasi strategi perjuangan umat Islam Indonesia. Supaya umat Islam sebanding dengan posisinya selaku mayoritas.

Haedar mengatakan, perlu keberanian muhasabah diri dalam menyusun strategi dari reaktif-konfrontatif ke proaktif-konstruktif. Sehingga umat Islam menjadi tuan di negerinya sendiri. Umat Islam jangan merasa terasing dan terpinggirkan.

"Tetapi (umat Islam) perlu kerja keras dan menyatukan langkah kolektif, tidak berfirqah-firqah. Satukan gerak keislaman dan keindonesiaan secara konstruktif," kata Haedar kepada Republika, Selasa (25/2).

Ia menyampaikan, Indonesia yang mayoritas Muslim harus menjadi bangsa dan negara yang maju, adil, dan beradab. Dalam bahasa Muhammadiyah disebut Indonesia berkemajuan.

Maju artinya harus unggul di segala bidang secara seimbang, baik fisik maupun kerohaniannya. Adil ditandai dengan tidak adanya kesenjangan, adanya keadilan hukum, dan kekayaan Indonesia untuk sebesar-besarnya bagi hajat hidup rakyat bukan untuk segelintir pihak.

"Beradab dicirikan berkarakter mulia sebagaimana diajarkan agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur bangsa," ujarnya.

KUII VII bertema 'Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil dan Beradab'. Kongres ini diselenggarakan di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung pada 26-29 Februari 2020.

Peserta KUII terdiri dari ulama, tokoh bangsa, tokoh agama, zuama pemerintahan, ormas Islam, cendekiawan, pengusaha, utusan partai politik, dan lain sebagainya. Di KUII akan membahas politik, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, hukum, kehidupan beragama, Islam wasthiyah, filantropi Islam, media dan yang lainnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA