Ahad 23 Feb 2020 16:43 WIB

Islamic Book Fair Dongkrak Literasi Indonesia

Islamic Book Fair 2020 akan menyajikan sekitar dua juta eksemplar buku.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Islamic Book Fair Dongkrak Literasi Indonesia. Para pengunjung mengamati berbagai buku pada acara Islamic Book Fair 2019.
Foto: Republika/Edi Yusuf
Islamic Book Fair Dongkrak Literasi Indonesia. Para pengunjung mengamati berbagai buku pada acara Islamic Book Fair 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Panitia Islamic Book Fair (IBF) 2020, Syahruddin El Fikri menyampaikan, rata-rata pengunjung IBF setiap hari mencapai 30 ribu orang dalam beberapa tahun terakhir. Dengan pengunjung sebanyak itu kehadiran IBF bisa dikatakan meningkatkan literasi masyarakat Indonesia.

Syahruddin mengatakan, hasil penelitian Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyampaikan minta baca masyarakat Indonesia satu banding seribu. Jadi asumsinya kalau ada seribu orang penduduk Indonesia, hanya ada satu orang yang memiliki minat baca tinggi.

Baca Juga

"Kalau kita kalkulasi dengan jumlah penduduk Indonesia yang jumlahnya sekitar 265 juta orang, maka hanya ada sekitar 225 ribu orang yang memiliki minat baca, artinya sedikit sekali," kata Syahruddin kepada Republika.co.id, Ahad (23/2).

Ia menyampaikan, tidak tahu UNESCO melakukan penelitian di mana. Tapi kalau mereka melihat IBF yang jumlah pengunjungnya rata-rata 30 ribu orang perhari mungkin asumsinya akan berbeda.

Kalau IBF berlangsung selama lima hari maka akan ada sekitar 150 ribu orang yang mengunjungi IBF. Mereka yang mengunjungi IBF adalah orang-orang yang membeli buku, hal ini dapat dilihat dari jumlah transaksi jual beli buku di IBF mencapai Rp 100 miliar lebih.

"Yang datang ke IBF mayoritas pembeli buku, jumlah buku yang kita tawarkan ada 54 ribu judul buku, rata-rata perjudul buku ada 35 eksemplar artinya ada sekitar 2 juta eksemplar buku di pameran IBF itu, bahkan nilai transaksi jual beli buku luar biasa, artinya IBF luar biasa dalam mendorong pertumbuhan dan minta baca masyarakat," ujarnya.

Syahruddin mengatakan, sebelum IBF 2020 diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) pada 26 Februari-1 Maret 2020, panitia menyelenggarakan pra event goes to campus and school. Panitia IBF memberi pelatihan menulis di kampus dan sekolah.

Bahkan guru-guru taman kanak-kanak juga ikut pelatihan membuat karya tulis. "Di IBF 2020 akan ada karya mereka yang ditampilkan dalam bentuk buku, jadi IBF punya kegiatan yang mendorong masyarakat membuat karya tulis," ujarnya.

IBF diselenggarakan lkatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta dengan mengusung tema 'Literasi Islam; Cahaya untuk Negeri'. Di IBF 2020 akan ada 175 penerbit buku dan 168 nonpenerbit serta 31 stan kuliner.

Sebanyak 343 stan di IBF akan diisi oleh penerbit buku, travel, perbankan, lembaga filantropi, instansi pemerintah, media massa, UMKM, busana Muslim, properti syariah, mainan anak, kuliner, dan lain sebagainya.

Selain itu, akan ada 54 ribu judul buku yang dipamerkan di IBF. Setiap judul buku rata-rata ada sekitar 35 eksemplar. Artinya akan ada sekitar dua juta eksemplar buku di IBF 2020.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement