Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

BUMN Bisa Berpartisipasi dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

Kamis 20 Feb 2020 17:59 WIB

Red: Muhammad Hafil

Wapres Dorong CSR BUMN Didonasikan ke Bank Wakaf. Foto: Wakil Presiden Maruf Amin

Wapres Dorong CSR BUMN Didonasikan ke Bank Wakaf. Foto: Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: dok. KIP/Setwapres
Wapres dorong dana CSR BUMN untuk bank wakaf.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK -- Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meminta semua badan usaha milik negara (BUMN) mendonasikan sebagian dana sosialnya untuk bank wakaf mikro (BWM) yang dikembangkan di pesantren-pesantren.

BUMN dapat ikut berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi syariah tersebut lewat dana corporate social responsibility (CSR), kata Wapres Ma’ruf saat meresmikan BWM Ahmad Taqiuddin Mansur ATQIA di Pondok Pesantren NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (20/2).

“Ke depan, kita dorong agar bank wakaf tidak hanya menunggu donasi, tetapi kita mendorong supaya CSR BUMN itu juga nanti untuk bangun bank wakaf mikro. Dengan begitu, semua kebagian untuk memperoleh bank wakaf mikro. Saya kira itu cita-cita,” kata Wapres.

Wapres mengakui selama ini pengembangan bank wakaf mikro masih lamban akibat belum banyaknya donasi dari berbagai pihak untuk lembaga pinjaman dana syariah tersebut.

Potensi pengembangan bank wakaf mikro di pesantren-pesantren sebenarnya besar karena keberadaan sekolah berbasis Islam itu sudah tersebar hampir di seluruh daerah.

“Pesantren itu tidak hanya menjadi pusat untuk menyediakan para kiai, para ulama, tetapi juga tempat melakukan penguatan umat di bidang ekonomi untuk menghilangkan kemiskinan,” katanya menjelaskan.

Wapres menyebutkan hingga saat ini baru terbentuk 56 bank wakaf mikro dan jumlah tersebut akan terus ditingkatkan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebukan pada tahun 2020 pihaknya menargetkan akan menambah 50 bank wakaf mikro lagi.

“Ya, minimal (tahun ini) 50, tapi bisa lebih. Hal ini supaya jangan menyentuh umat yang besar karena sudah pintar. Justru difokuskan pada umat yang jumlahnya banyak dan perlu perhatian,” ujar Wimboh.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA