Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

MUI Jabar Jelaskan Larangan Rayakan Valentine dalam Syariat

Kamis 13 Feb 2020 21:34 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan / Red: Nashih Nashrullah

Syariat Islam melarang merayakan Hari Valentine dengan cara negatif. Logo MUI

Syariat Islam melarang merayakan Hari Valentine dengan cara negatif. Logo MUI

Foto: kemenag.go.id
Syariat Islam melarang merayakan Hari Valentine dengan cara negatif.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menilai perayaan Hari Valentine pada 14 Februari sering dirayakan kalangan muda dengan cara negatif. 

Baca Juga

Salah satunya pacaran bebas yang bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan khususnya Islam di Indonesia. "Valentine itu budaya luar, budaya Barat yang dalam budatanya banyak hal negatif," ujar Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar, Kamis (13/2). 

Oleh karena itu, dia mengungkapkan MUI mengimbau agar generasi muda tidak meniru budaya Barat yang bisa merusak moral. Namun, beberapa budaya Barat yang bisa dicontoh seperti etos kerja keras hingga kedisiplinan. "Kita tidak anti budaya Barat seperti umpamanya kerja keras, tekun belajar, disiplin itu yang patut ditiru," katanya. 

Terkait surat edaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung tentang larangan merayakan hari Valentine bagi siswa SD dan SMP Rafani mengaku belum mendapatkan informasi tersebut. Namun, dia setuju murid dilarang merayakan hari Valentine.

"Kalau itu melarang kami setuju. Pertimbangan MUI itu demi mencegah mafsadah (perbuatan jahat) yang akan timbul," katanya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung melarang siswa SD dan SMP merayakan Hari Valentine pada 14 Februari 2020 mendatang. Larangan tersebut tertuang dalam surat edaran yang ditujukan kepada kepala sekolah dan ditandatangani serta dicap Kadisdik Kota Bandung, Hikmat Ginanjar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Cucu Saputra, membenarkan surat tersebut. Menurutnya, larangan merayakan Hari Valentine sudah berjalan beberapa tahun ke belakang dengan tujuan mengantisipasi siswa melakukan hal yang tidak patut. 

"Itu (Valentine) gak ada di budaya kita dan tidak sesuai dengan norma agama," ujarnya, Selasa (11/2). Menurutnya, karakter siswa SD dan SMP masih dalam tahap pencarian jati diri sehingga memerlukan pengawasan termasuk menyikapi hari Valentine. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA