Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Wapres Minta BPIP Klarifikasi soal Agama Musuh Pancasila

Rabu 12 Feb 2020 17:43 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Wakil Presiden Maruf Amin saat ditemui wartawan di Kantor BKKBN, Jakarta, Rabu (12/2).

Wakil Presiden Maruf Amin saat ditemui wartawan di Kantor BKKBN, Jakarta, Rabu (12/2).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Ma'ruf tak ingin terjadi kegaduhan di masyarakat akibat pernyataan kepala BPIP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi mengklarifikasi pernyataannya kepada masyarakat. Ini berkaitan pernyataan kontroversial Yudian yang menyebut agama adalah musuh Pancasila.

Baca Juga

"Saya berharap beliau mengklarifikasi ucapannya itu," ujar Ma'ruf kepada wartawan di Kantor BKKBN, Halim, Jakarta Timur, Rabu (12/1).

Menurut Ma'ruf, klarifikasi harus dilakukan agar pernyataan Yudian yang baru dilantik sepekan itu tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Sebab, Ma'ruf tidak menginginkan terjadi kegaduhan di masyarakat akibat pernyataan Yudian tersebut.

"Saya kira itu kita mengharapkan beliau bisa mengklarifikasi supaya tidak timbul kontroversi dan terjadi salah paham, sehingga menimbulkan kegaduhan," ujar Ma'ruf.

Belum ada seminggu menjabat, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi membuat pernyataan kontroversional. Dalam satu pernyataan di media nasional, Yudian mengatakan musuh terbesar Pancasila adalah agama, bukan kesukuan.

Pernyataan itu terkait dengan adanya kelompok-kelompok tertentu yang mereduksi agama sesuai dengan kepentingannya sendiri dan bertentangan dengan Pancasila. Republika.co.id sudah belasan kali menghubungi nomor ponsel Yudian Wahyudi untuk menjelaskan pernyataannya lebih jauh, tetapi tidak diangkat hingga berita ini diturunkan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA