Sabtu 08 Feb 2020 05:09 WIB

Nama Arab dan Muslim yang Masuk Nominasi Oscar 2020

Dalam beberapa tahun terakhir, bakat Arab dan Muslim bersinar di Oscar.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Ani Nursalikah
Nama Arab dan Muslim yang Masuk Nominasi Oscar 2020. Sama al-Kateab berdiri di antara puing bangunan di Aleppo, Suriah.
Foto:
Nama Arab dan Muslim yang Masuk Nominasi Oscar 2020. Rami Malek.

Meryam Joobeur (Brotherhood)

Nominasi Timur Tengah untuk Oscar tahun ini tidak hanya terbatas pada fitur non-fiksi. Sutradara Tunisia-Kanada Meryam Joobeur dinominasikan dalam kategori film pendek terbaik untuk Brotherhood. Film berbahasa Arab ini mengisahkan tentang seorang pemuda yang kembali ke rumah keluarga pedesaannya di Tunisia setahun setelah bergabung dengan kelompok ISIS, dengan istri baru Suriah yang mengenakan niqab.

Diperkirakan antara 3.000 dan 6.500 warga Tunisia bergabung dengan ISIS di luar negeri, menjadikannya salah satu tingkat per kapita tertinggi di dunia. Film Joobeur telah meraih beberapa penghargaan, termasuk Film Pendek Kanada Terbaik di Festival Film Internasional Toronto.

Dia bukan orang Arab pertama yang diakui oleh Academy untuk sebuah film yang mengeksplorasi ketegangan keluarga yang disebabkan oleh militan Islam. Sutradara Kurdi-Suriah, Talal Derki, yang menyutradarai Of Fathers and Sons dinominasikan untuk film dokumenter terbaik pada 2019.

Nefta Football Club

Jika Brotherhood menang pada Ahad, maka itu harus mengalahkan live-action pendek lainnya yang berbasis di Tunisia: Nefta Football Club.

Film berdurasi 17 menit itu mengisahkan dua saudara lelaki yang menghadapi dilema setelah tersandung seekor keledai yang membawa tas berisi bubuk putih di perbatasan Tunisia-Aljazair. Direktur Prancis Yves Piat mengatakan kisah itu terinspirasi oleh penyelundup yang ia temui saat bepergian di Maghreb 30 tahun lalu.

Jika kisah Brotherhood intens dan berbobot, Nefta Football Club adalah kisah yang lebih ringan dengan twist ending yang memuaskan.

Rami Malek dan Mahershala Ali

Aktor Rami Malek dan Mahershala Ali kembali ke Oscar akhir pekan ini untuk memberikan penghargaan.Tahun lalu Malek meraih penghargaan aktor terbaik untuk transformasi mahirnya menjadi pentolan Queen, Freddie Mercury di Bohemian Rhapsody.

Di ruang pers di belakang panggung, pria berusia 38 tahun itu berbicara dalam bahasa Arab dan merayakan asal usul Timur Tengahnya. "Seiring bertambahnya usia, saya menyadari betapa indahnya warisan dan tradisi saya;  kekayaan budaya, sihir, musik, film, dan hanya seni murni yang keluar dari Timur Tengah," katanya kepada wartawan.

Tak lama setelah kemenangannya di Oscar, Malek diberitakan menjadi pemeran penjahat dalam film James Bond mendatang, No Time To Die yang memicu beragam reaksi di seluruh dunia.

Juga kembali hadir adalah Mahershala Ali, yang membuat sejarah pada 2017 dengan menjadi Muslim pertama yang memenangkan Oscar. Dia meraih kemenangan keduanya tahun lalu, menjadi aktor kulit hitam pertama yang memenangkan aktor pendukung terbaik dua kali.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement