REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Santri Al Bayan Hidayatullah Makassar meluncurkan program Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) Movement. Kegiatan itu diadakan di pelataran Masjid Umar Faruq Hidayatullah, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/2).
GNH adalah sebuah gerakan menjalankan ibadah nawafil yang dicontohkan Rasulullah dan dijadikan sebuah gerakan di Hidayatullah.
Ustaz Qadir Mahmud MA, ketua Departemen Tarbiyah Al Bayan menyebutkan, ada lima gerakan nawafil dalam GNH. Yaitu, shalat berjamaah di masjid, shalat Tahajjud/malam, infak harian, wirid pagi/sore/malam, serta membaca Quran 1 juz per hari.
"GNH ini terus kita gaungkan, kita syiarkan kepada masyarakat muslim di Makassar dan sekitarnya. Jika gerakan ini dilakukan oleh setiap Muslim, insya Allah ia akan diberikan keberkahan dalam kehidupannya" ujar Qadir dalam rilis yang diterima Republika.co.id.
Suasana Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) di Masjid Umar Faruq Hidayatullah Makassar.
GNH Movement santri Al Bayan Hidayatullah Makassar ini akan menjadi kegiatan rutin santri Al-Bayan Hidayatullah Makassar. Santri dibagi dalam beberapa kelompok dan ditempatkan di masjid-masjid. Mereka akan berinteraksi dengan jamaah masjid dan masyarakat sekitar masjid.
Diharapkan jamaah masjid dapat melihat langsung amalan nawafil dari santri, baca Quran, shalat malam, dzikir pagi dan sore hari, kaltum bahasa Arab, halaqah Quran dan akan diakhiri dengan kerja bakti membersihkan masjid sebagai cerminan akhlak seorang generasi Qurani.
"Insya Allah kegiatan syiar GNH Movement ini dilakukan dua kali dalam sebulan di masjid-masjid Makassar dan sekitarnya," ujar Qadir.
Pesantren Hidayatullah Makassar mengelola pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA, Tahfizh dan STAI.




