Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Doa tak Kunjung Terkabul? Bisa Jadi karena 1 dari 10 Hal Ini

Ahad 26 Jan 2020 15:30 WIB

Rep: MgRol 127/ Red: Nashih Nashrullah

Doa yang tak kunjung terkebul karena faktor ketidaksiapan hamba. Foto berdoa Ilustrasi

Doa yang tak kunjung terkebul karena faktor ketidaksiapan hamba. Foto berdoa Ilustrasi

Foto: Antara
Doa yang tak kunjung terkebul karena faktor ketidaksiapan hamba.

REPUBLIKA.CO.ID, Ada banyak hal yang bisa menyebabkan doa tidak terkabul. Salah satunya seperti sebuah kisah berikut ini, sebagaimana dinukilkan dari The Power of Huznudzon, karya Ipnu R Noegroho. 

Suatu hari, Ibrahim bin Adham sedang melintas di pasar Basrah. Tak lama kemudian, banyak sekali orang yang berdatangan untuk mengerumunginya sambil bertanya:  

“Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa tetapi tidak pernah dikabulkan?” Kemudian dia menjawab, “Karena hati kalian mungkin telah mati oleh 10 hal ini.” Apa saja kesepuluh hal yang disebutkan Ibrahim bin Adham tersebut? Berikut uraiannya:   

Baca Juga

1. Kita Mengenal Allah tetapi tidak menjalankan hak-Nya  

Dalam sebuah hadis dari Mu’adz bin Jabal RA dijelaskan bahwa beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Mu’adz, tahukah engkau apa hak Allah atas para hamba-Nya?” Mu’adz berkata, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” 

Beliau bersabda: “(yaitu) hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, (Dan) tahukah engkau hak hamba terhadap Allah?” Mu’adz menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau SAW bersabda, “Dia tidak akan mengazab mereka.” (HR Bukhari dan Muslim) 

2. Kita mengaku cinta Rasulullah tetapi meninggalkan sunahnya 

Dari hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Setiap umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang enggan itu?” 

Kemudian, Nabi SAW menjawab, “Barangsiapa yang menaatiku pasti masuk surga, dan barang siapa yang mendurhakaiku, maka sungguh dia telah enggan.” 

3. Kita membaca Alquran tetapi tidak mengamalkannya  

Orang yang jarang membaca Alquran dan tidak mengamalkannya, maka mereka akan merugi. Pertama, dia akan menjadi orang yang sulit dinasihati dan cenderung berbuat kerusakan. Kedua, dadanya akan sempit karena dia berusaha menjauh dari Allah.  

4. Kalian memakan nikmat Allah SWT, tetapi tidak pandai bersyukur

Sekecil apapun nikmat, sebagai seorang hamba seharusnya kita bersyukur kepada Allah Swt. Jika selama ini kita tidak pernah bersyukur, maka kita akan terbiasa menjadi orang yang tidak bersyukur. Seperti hadist dari an-Nu’man bin Basyir, 

Dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka dia tidak akan mampu mensyukuri yang banyak.” (HR Ahmad)

5. Kalian mengatakan bahwa setan itu musuh, tetapi tidak melawannya

Godaan setan itu beraneka macam. Dewasa kini setan lebih pandai mengelabui manusia dengan segala godaannya. Tetapi tetap saja, Allah menyuruh kita untuk melawannya. “Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS al-A’raf: 200  

6. Kita meyakini surga itu benar adanya, tetapi tidak berusaha menggapainya 

Banyak dari kita sedang bersibuk-sebuk mengejar dunia dengan bekerja, bisnis, bahkan bersenang-senang sehingga lupa dengan kewajibannya yaitu beribadah. Bagaimana mungkin kita tidak tergoda oleh keindahan surga, padahal keindahan dunia saja sudah buat terlena? Seharusnya kita justru berusaha meraihnya, karena surgalah kebahagiaan yang abadi.

photo
Berdoa kepada Allah/ilustrasi
7. Kita meyakini neraka itu ada, tetapi tidak mau lari darinya 

Banyak sekali orang yang santai saja bermaksiat. Mereka berpikir bahwa Allah SWT itu Mahapemaaf, tapi hal itu tak bisa jadi alasan kita untuk bermaksiat seenaknya. Dalam hadis yang diriwayatkan Anas bin Malik, dia berkata Rasulullah SAW bersabda: 

“Demi Allah! Sesungguhnya Allah tidak akan melemparkan orang yang dicintai-Nya ke dalam neraka.” (HR Ahmad)

8. Kita katakan kematian itu pasti datang, tetapi tidak menyiapkan diri 

Kematian itu benar adanya, sebagian orang pun tahu bahwa kematian itu akan datang. Tetapi, sebagian dari mereka hanya berdiam diri tanpa mempersiapkan apapun. Padahal, kita bisa menyiapkan tiga hal yang penting untuk kematian.  

Seperti hadis dari Abu Hurairah RA, dia berkata Rasulullah SAW bersabda: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh.” (HR  Muslim)  

9. Kita sibuk memperbincangkan aib orang lain, tetapi lupa dengan aib sendiri  

Banyak dari kita yang bangun dari tidurnya lalu sibuk memperbincangkan aib orang lain. Padahal, ada segudang rencana kerja yang bisa disiapkan dan lebih bermanfaat untuk dipikirkan. Dengan begitu, kita lupa dengan diri kita dan gagal introspeksi diri sendiri. 

10. Kita kubur orang-orang meninggal, tetapi tidak mengambil pelajarannya 

Ketika kita melayat atau takziyah, tentu ada pula nilai yang bisa dipetik dari sana, yaitu sebagai sarana mempertebal iman dan hubungan persaudaraan. Selain itu, takziyah merupakan wujud dari empati terhadap sesame dan membantu mengurangi beban mereka. Tapi, sudahkah kita ambil pelajaran itu semua?  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA