Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Pertobatan Orang Kafir yang Sia-sia dan tidak Diterima Allah

Sabtu 25 Jan 2020 05:00 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Pertobatan yang tidak diterima karena hanya memperbaikan tobat. Foto ilusrasi lokasi beribadah (ilustrasi)

Pertobatan yang tidak diterima karena hanya memperbaikan tobat. Foto ilusrasi lokasi beribadah (ilustrasi)

Foto: Antara
Pertobatan yang tidak diterima karena hanya memperbaikan tobat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tobat merupakan perbuatan mengenai renungan terhadap penyesalan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Bertobat berarti berubah haluan dari jalan menyimpang menuju jalan yang lurus. Namun ternyata, tobat pun bisa jadi sia-sia semata apabila manusia melakukan suatu tindakan yang merugikan.

Baca Juga

Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Ali Imran ayat 90 berbunyi:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَ 

“Innalladzina kafaru ba’da imanihim tsumma azdadu kufran lan tuqbala tobatuhum wa ula-ika humu-dhallun,”.

Yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir setelah keimanan mereka, lantas bertambah dalam kekafiran, maka tobat mereka tidak akan pernah diterima. Dan mereka itulah (orang-orang) yang tersesat,".

Dalam kitab "Tafsir Nurul Qur’an" karya Allamah Kamal Faqih Imani dijelaskan, beberapa ahli tafsir telah menyatakan bahwa ayat tersebut diwahyukan mengenai sekelompok Ahli Kitab yang telah beriman kepada Allah. Namun setelah Rasulullah SAW diberi tugas kenabian, mereka (kaum kafir) mengingkarinya.

Sesungguhnya Allah membuka jalan bagi mereka yang hendak bertobat. Bertobat berarti memperbaiki diri dari arah yang buruk ke jalan yang baik, maka Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya. Maka setelah bertobat, sudah selayaknya hamba tersebut memperbarui keimanannya melalui suatu cara yang dapat menghapuskan kerusakan itu.

Sedangkan mereka yang tidak diterima tobatnya adalah mereka yang bersifat ekstrinsik. Mereka menyaksikan para penganjur kebenaran, sehingga dengan terpaksa menungkapkan penyesalan dan tobat mereka. Sehingga, tobat yang jenis ini tidak diterima dan sia-sia.

Sebab mereka akan kembali kepada jalan keburukan, dan enggan mengubah dirinya sebagaimana niat suci dalam sikap tobat itu sendiri. Dengan kata lain, Allah menolak tobat tersebut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA