Rabu 22 Jan 2020 11:00 WIB

Nasib Mereka yang Masuk Neraka dengan Secuil Iman

Allah SWT memberikan rahmat bagi mereka yang beriman meski secuil.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Allah SWT memberikan rahmat bagi mereka yang beriman meski secuil. Ibadah bulan Ramadhan (ilustrasi)
Foto: Antara//Adeng Bustomi
Allah SWT memberikan rahmat bagi mereka yang beriman meski secuil. Ibadah bulan Ramadhan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Berbahagialah seorang hamba yang dikokohkan keimanannya. Sebab dengan iman, seseorang akan selamat dalam menjalani kehidupan di dunia. 

Dan dengan iman pula seorang hamba akan selamat di akhirat. Bahkan sekecil apapun keimanan yang dimiliki seseorang akan sangat berharga dan menyelamatkannya dari pedihnya siksaan neraka.   

Baca Juga

Seperti hikmah yang dapat dipetik dalam beberapa hadis yang menjelaskan kondisi seorang penghuni neraka yang masih memiliki iman.

Dijelaskan ketika seluruh penduduk surga telah masuk semuanya ke dalam surga dan seluruh penduduk neraka pun telah masuk semua ke neraka, Allah memerintahkan malaikatnya untuk mengeluarkan siapa saja penghuni nerakan yang di dalam hatinya terdapat iman meskipun sebesar biji sawi.  

Yang dimaksud dengan orang yang dikeluarkan dari neraka itu yakni orang-orang mukmin yang masuk neraka karena kemaksiatan yang pernah dilakukannya, namun masih terdapat iman.

Orang tersebut dikeluarkan untuk dimasukan ke dalam surga karena masih adanya keimanan. Sedangkan bagi orang kafir tidak memiliki iman sedikitpun akan kekal berada di neraka.  

Maka ketika hamba yang memiliki secuil iman itu dikeluarkan dari neraka, kondisi tubuhnya dalam keadaan hitam gosong. 

Hamba tersebut pun di masukan ke dalam sebuah sungai yakni Sungai Hayya atau Hayyat. Imam Malik  ragu tentang nama yang benar dari sungai tersebut hayya atau hayyat. Namun demikian ditegaskan perawi Wuhaib bahwa nama sungat itu Hayyat yang artinya kehidupan.  

Diterangkan setelah masuk ke dalam sungai itu, kondisi tubuh mereka kembali seperti bersih, segar diibaratkan seperti benih yang tumbuh dialirkan sungai. Tubuhnya terlihat kekuningan.   

Tentang pembahasan ini dapat ditemukan redaksi hadisnya dalam hadits riwayat Bukhari nomor 22 versi Fath al-Bari dengan jalur periwayat Ismail bin Abdullah, Malik bin Anas, Amru bin Yahya, Yahya bin Umarah, Sa'ad bin Malik. 

  

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement