Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Masjid Et'hem Bey Albania, Pernah Mati Suri di Bawah Komunis

Senin 20 Jan 2020 18:28 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Masjid Et

Masjid Et

Foto: inyourpocket.com
Masjid Et'hem Bey Albania kini menjadi kebanggaan umat Islam Albania.

REPUBLIKA.CO.ID, TIRANA – Pada 18 Januari 1991 menandai dibukanya kembali Masjid Et'hem Bey di Tirana, ibukota Albania, untuk pertama kalinya setelah 30 tahun. Masjid ini sempat ditutup di bawah pemerintahan komunis selama tiga dekade.  

Baca Juga

Namun, masjid kembali dibuka sebagai tempat ibadah pada 1991 oleh beberapa orang Muslim, di antaranya Xhavit dan Iljaz Aliamheti, Ramazan Rusheku, Ibrahim Balla, dan Mehmet Sinella.  

Meski tanpa izin dari pihak berwenang, namun langkah pembukaan pintu masjid ini tidak diintervensi kepolisian setempat. Pembukaan kembali masjid ini diikuti upacara besar yang dihadiri oleh ribuan jamaah Tirana.  

Dilansir di Top Channel, Senin (20/1), sebuah video yang dibuat pada hari momentum pembukaan masjid ini menunjukkan sejumlah besar peserta yang memenuhi Skanderbeg Square. 

Hari itu menjadi hari yang menandai kembalinya keimanan di kalangan Muslim Albania. Sebab sebelumnya, pemerintahan yang diktator berupaya menghilangkan agama dan keyakinan dari masyarakat.  Sebelum pembukaan Masjid Tirana, warga Katolik di Shkodra, yang diikuti orang-orang Muslim, merayakan pembukaan masjid tua kota mereka dalam manifestasi besar-besaran yang menandai runtuhnya rezim komunis ateis.

Masjid Et'hem Bey ini memiliki nilai sejarahnya tersendiri. Masjid tersebut mulai dibangun pada 1791 atau 1794 oleh Molla Bey dan rampung pada 1819 atau 1821 oleh putranya, Haxhi Ethem Bey, yang merupakan cucu dari Suleiman Pasha. 

Saat dibangun, masjid ini merupakan bagian dari bangunan kompleks yang menyusun pusat bersejarah di Tirana. 

Di depan masjid terdapat bazaar tua, sedangkan di timur ada Masjid Suleiman Pasha. Masjid Suleiman Pasha ini dibangun pada 1614 dan dihancurkan selama Perang Dunia II. Kemudian di barat laun terdapat Masjid Karapici.

Selama totalitarianisme Republik Rakyat Sosialis Albania, masjid Et'hem Bey ditutup. Lantas pada 18 Januari 1991, meski ditentang otoritas komunis, setidaknya 10 ribu orang memasuki masjid sembari membawa bendera.  

Peristiwa ini menandai awal jatuhnya komunisme di Albania. Peristiwa itu juga menjadi tonggak sejarah dalam kelahiran kembali kebebasan beragama di negara itu.

Saat ini, Masjid Et'hem Bey merupakan kompleks arsitektur bersamaan dengan Menara Jam Tirana. Dari segi arsitekturnya, masjid ini memiliki lukisan-lukisan yang dipajang di luar dan di serambi masjid yang menggambarkan pohon, air terjun dan jembatan, motif yang jarang terlihat dalam seni Islam. 

Bangunan masjid ini terdiri dari ruang shalat, sebuah serambi yang mengelilingi bagian utara dan menara. Sementara di sisi utara adalah pintu masuk menuju aula ibadah, yang dibangun dalam volume yang unik. Ruangan ini ditutupi dengan kubah. Kubah itu berbentuk semi-bulat dan tidak memiliki jendela. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA