Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Alasan Mengapa Ibu Kota Dinasti Islam tak di Pinggiran Laut

Jumat 17 Jan 2020 18:16 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

Ibu kota dinasti Islam secara umum tidak berada di pinggiran Laut. Foto ibu kota lama Mesir tidak berada di Alexandria.

Ibu kota dinasti Islam secara umum tidak berada di pinggiran Laut. Foto ibu kota lama Mesir tidak berada di Alexandria.

Ibu kota dinasti Islam secara umum tidak berada di pinggiran Laut.

REPUBLIKA.CO.ID, Sejarah mencatat bahwa bangsa Arab bukanlah bangsa pelaut. Berbeda dengan bangsa Romawi dan lainnya. 

Baca Juga

Dalam buku Sejarah Bangsa Mesir karya Sayyid Abdul Aziz Salim dan Sahr as-Sayyid Abdul Aziz Salim dijelaskan, bangsa Ptolamaic, Romawi, dan Byzantium merupakan orang-orang yang memiliki pengetahuan di bidang kelautan dan prinsip pelayaran. Sehingga mereka tidak takut menjadikan pangkalan-pangkalan di pantai.

Adapun bangsa Arab (kala itu), mereka kehilangan segala hubungan dengan laut dan belum memiliki keahlian yang berkaitan dengan kelautan dan pelayaran.  

Pengalaman mereka masih terbatas dalam berdagang semasa jahiliah melalui jalur-jalur darat karena negeri mereka dijajah bangsa-bangsa asing yaitu Habasyah dan Persia. 

Persia mencaplok Yaman, Bahrain, dan negeri-negeri di sekitarnya dan mengalahkan perdagangan Arab di Teluk Persia sehinga perdagangan dari India dikuasai oleh mereka.  

Sementara bangsa Habasyah sejak menaklukkan Yaman telah menguasai jalur perdagangan Laut Merah. Ibnu Khaldun bahkan berpendapat alasan mengenai terbelakangnya bangsa Arab kala itu di bidang kelautan, yakni masih adanya sikap primitif dari mereka. 

Dengan demikian, masalah pemilihan ibu kota di wilayah lain, selain ibu kota Mesir, bukan karena Umar bin Khattab takut akan laut sebagaimana yang diduga oleh para sejarawan dan kaum orientalis. Hal itu semata-mata adalah strategi dan juga pandangan yang jauh ke depan dari  Umar bin Khattab yang cukup revolusioner. 

Bangsa Arab kala itu baru saja bersinggungan dengan batas-batas laut di Laut Tengah dan Laut Persia. Musuh-musuh yang mereka hadapi, baik Persia maupun Romawi, adalah musuh yang cukup berpengalaman di bidang kelautan dan sangat terlatih. Dengan alasan itulah, bangsa Arab dalam waktu singkat dapat meruntuhkan imperium Sasanian, sedangkan pulau-pulau di laut Tengah dan barat membutuhkan penakhlukkan berabad-abad lamanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA