Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Masjid Quebec Renovasi Besar demi Tingkatkan Keamanan

Kamis 16 Jan 2020 12:43 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Masjid Quebec Renovasi Besar demi Tingkatkan Keamanan. Ruangan masjid tempat penembakan di Masjid Pusat Kebudayaan Islam Quebec, Quebec City, Kanada.

Masjid Quebec Renovasi Besar demi Tingkatkan Keamanan. Ruangan masjid tempat penembakan di Masjid Pusat Kebudayaan Islam Quebec, Quebec City, Kanada.

Foto: Mathieu Belanger/Reuters
Renovasi Masjid Quebec dilakukan hampir tiga tahun setelah penembakan.

REPUBLIKA.CO.ID, MONTREAL -- Masjid di Sainte-Foy di Kota Quebec, Kanada sedang dilakukan renovasi besar-besaran. Mantan presiden Pusat Budaya Islamique du Québec (CCIQ) Mohamed Labidi mengatakan renovasi besar itu diharapkan akan membuat bangunan lebih aman.

Baca Juga

Renovasi ini dilakukan hampir tiga tahun setelah terjadinya peristiwa penembakan di Kota Quebec yang menewaskan enam orang dan melukai beberapa lainnya. "Karena bagian depan masjid terbuat dari kaca, kami ingin melepas kaca dan menggantinya dengan batu. Kami juga membutuhkan lebih banyak ruang karena komunitas Muslim di Kota Quebec berkembang dengan adanya gelombang baru imigrasi, terutama orang-orang francophone dari Afrika," katanya kepada CTV News, dilansir, Kamis (16/1).

Renovasi sebenarnya sudah berlangsung tiga tahun lalu ketika insiden penembakan itu terjadi. Namun, sekarang ada rencana untuk memasang lebih banyak kunci, sebuah sistem keamanan canggih, serambi besar, pintu masuk tambahan, dan fitur lainnya. Hal itu agar masjid dapat dengan aman dalam menyambut tambahan 300 jamaah ke dalam ruangan.

"Ini akan seperti masjid yang asli. Kami memiliki hubungan baik dengan tetangga dan orang-orang Quebec secara umum," ujarnya.

photo
Desain baru Masjid Quebec. Foto: Moham Labidi, Quebec Islamic Cultural Centre

Renovasi ini akan menghasilkan tampilan baru dan modern yang lengkap dengan hiasan luar ruangan yang secara visual akan mengidentifikasinya sebagai tempat ibadah. Namun demikian, menurutnya, arsitek masjid mencoba menciptakan arsitektur yang mirip dengan gereja di depan masjid untuk menjabarkan hubungan antara dua agama, Kristen dan Muslim.

Pengelola masjid memperkirakan biaya renovasi akan menelan 1,2 juta dolar AS. Anggota masjid mengatakan, mereka terhubung dengan komunitas Muslim di Kanada untuk mengumpulkan dana guna membantu mendanai perbaikan masjid ini.

Selain masjid, pusat budaya Islam ini juga membuat pemakaman Muslim. Proyek ini disetujui oleh pemerintah Kota Quebec pada Desember 2019. Pemakaman Muslim itu diharapkan bisa dibuka pada musim semi. Renovasi masjid diharapkan rampung pada akhir Juni.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA